Neutral Face


Apakah para pembaca sudah tahu kalau saya punya rencana S2 ke luar negeri dan sudah menetapkan negaranya? Apakah saya pernah menceritakannya di sini? Saya benar-benar lupa kalau memang hal itu terjadi. Tapi sepertinya belum. Ah, sudahlah. Nilai magang saja belum turun, dan saya sudah memikirkan hal lain. Oh, ya. Gimana caranya ngechat orang yang udah dua kali chat tapi ga bales-bales padahal udah centang biru? Apakah orang itu emang ga mau bales? Kalau iya, bahaya. Nilai akademik saya bakal terancam. Mohon doanya agar hal itu tidak terjadi.

Jadi, ceritanya, saya harus nulis dua hari sekali di blog ini. Entah memposting tugas-tugas kuliah yang berantakan, atau mem-publish karya-karya fiksi jelek bikinan saya sendiri. Kalian mungkin akan menganggapnya sampah, tapi saya bangga dengan mereka: karena mereka adalah hasil kerja keras saya untuk terus-menerus memperbaiki tulisan. Baik dalam segi substansi cerita, alur, dan bahkan penokohannya. Saat ini saya aktif kembali di facebook, meskipun tidak terlalu sering membuat postingan. Di sana, saya membaca lagi tulisan-tulisan bagus dari penulis-penulis terkenal.

Isi Facebook bukan hanya kebohongan, lho. Kalian mungkin ga suka -apalagi di masa kampanye- kalau facebook penuh dengan hoaks tentang calon presiden dan wakilnya. Namun, kalian bisa menyaringnya. Saya sendiri mematikan notifikasi postingan untuk beberapa orang sehingga postingan mereka tidak muncul. Sebagian besar memang teman saya sendiri, tapi tentu saja hal itu untuk kebaikan saya agar beranda tidak penuh omong kosong.

Oh iya, ini juga omong kosong, lho. Alasan saya membuat rubrik dengan judul "kosong" adalah agar saya bisa menceritakan keseharian dan curahan hati di blog ini. Toh, tidak banyak orang yang akan membacanya walau saya membagikannya di berbagai media sosial. Apakah saya sedih? Lumayan. Tapi saya bakal senang kalau ada satu saja yang membaca. Itu artinya tulisan saya masih cukup pantas untuk dinikmati. Wkwkwk.

Apalagi, ya? Karena beberapa tugas UTS sudah rampung, dan masih banyak waktu luang tersedia sebelum akhirnya bakal masuk lagi minggu depan, kayaknya saya bakal mencicil kursus konstitusi Islam yang sempat berhenti. Wajar dong, anak antro tuh tugasnya banyak banget kayak buang air besar. Ga bisa kan kalian BAB seminggu sekali? Minimal enam kali lah, itu pun belum termasuk yang diare. Wkwkw. Makanya waktu luang gini bagus banget kalo misalnya saya pake sedikit waktu buat nambah belajar yang lain. Toh, meskipun ga nyambung sama keilmuan antropologi, saya setidaknya bisa latihan baca bahan full bahasa Inggris. Biar nanti kalau udah kuliah S2 di luar ga kaget.

Kira-kira kalian tertarik ga saya bakal lanjut di mana? 😐😐😐 Komen di bawah wkwkw

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir