Khidir (versi Linda)



apakah kau tahu, linda
sejak dahulu, aku terbiasa berjalan dalam gelap
lorong-lorong kecil dan semak belukar
hutan-hutan rindang dengan sedikit sinar

orang-orang berjalan di bawah cahaya tapi aku berteman dengan kegelapan
suara-suara lemah penuh penantian dan apapun yang berbisik di balik derik 
untungnya, sungai tetap mengalir 
hingga aku masih bisa merasakan segar air

kadang aku mendengar suara kendaraan bermotor di kejauhan
bersama sumpah-serapah, lenguh dan rintih
kalimat-kalimat penuh cinta terselip di antaranya
"bukankah mereka terlalu berisik?
aku takut Tuhan yang Maha Mendengar akan bosan"

jangan takut, lin, jangan takut
tanah ini punya sejarah panjang
di bawah bebatuan ini ada aliran darah dan kesetiaan
ada pula jemaah setan dan ibadah mereka

"suara mereka kah yang kau dengar,
hingga kau berpaling dariku dan semua?"
tidak tau, linda, aku tidak tau
seharusnya kau bertanya pada Dia alih-alih padaku
karena sudah takdirku mengemban semua dan menjadikannya kitab suci
dan karenanya aku akan mengatakannya lagi

"jangan bertanya, linda, jangan bertanya."

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir