Trans Siberian Pathfinders (2019): Mencari Kenyamanan dalam Bilik Kereta


Patrick Schneider on Unsplash

Ketika tahun lalu saya mulai menonton acara ragam, House on Wheels (2020) adalah jendela pembuka, hingga akhirnya menemukan kesenangan dalam aktivitas perjalanan. Tentu saja, perjalanan itu dilakukan dengan begitu terencana, dibiayai oleh sponsor, dan dibintangi oleh aktor-aktor hebat. House on Wheels adalah acara ragam seperti itu. Namun, pilihan saya kali ini juga tidak kalah menariknya: ada Lee Sang Yeob dan Lee Sun Kyun dalam daftar bintang. Kedua aktor ini memuaskan jiwa seni saya, membuat preferensi saya tentang film atau drama menjadi lebih baik.

Trans Siberian Pathfinders (2019) muncul lebih dulu, namun baru saya temukan salah satu video klipnya di YouTube. Acara itu membawa lima sahabat aktor dalam perjalanan panjang menempuh 9.288 km melintasi tujuh wilayah waktu sepanjang Rusia. Kelimanya adalah Lee Sun Kyun, Kim Nam Gil, Lee Min Sik, Ko Kyu Pil, dan Lee Sang Yeob. Nama pertama sangat terkenal karena Parasite (2019) garapan Joon Bong Ho, dan pertama kali saya lihat aktingnya yang luar biasa dalam drama JTBC berjudul Diary of Prosecutors (2019). 

Lee Sang Yeob adalah sosok yang tak terlupakan dalam Once Again (2020), hingga saya menemuinya lagi lebih sering dalam rekaman ulang Running Man sepanjang 2017-2018. Ia juga muncul beberapa kali di 2019, namun sudah tidak lagi sering. Penampilannya yang menghibur di Running Man itulah yang membuatnya lebih terkenal di Rusia, hingga tiba-tiba dimintai foto oleh penggemar yang menyadari keberadaannya. Kalau dilihat-lihat lagi, Lee Sun Kyun dan Lee sang Yeob sama-sama dijumpai penggemar satu kali dalam perjalanan itu.

Tiga aktor sisanya tidak terlalu saya kenal, karena lebih banyak menjadi cameo atau figuran saja. Nam Gil disebut meemerankan beberapa tokoh utama, namun saya tidak menonton dramanya. Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan tentang filmografi mereka. Dan perjalanan ini menjadi salah satunya.

Misi

Tujuan utama mereka adalah menaklukkan perjalanan yang mungkin akan sangat membosankan di seluruh dunia: naik kereta Trans-Siberia sepanjang 9.288 km, dari Vladivostok hingga ibukota Moskow. Untuk menyelesaikan misi itu, mereka harus tinggal selama kurang lebih 7-8 hari. Untungnya, mereka tidak harus selalu di kereta. Demi keberlangsungan kereta dan keselamatan penumpang, kereta akan selalu berhenti di stasiun kecil maupun besar. Di setiap pemberhentian itulah mereka bisa keluar untuk menghirup udara segar dan mencari makanan.


Ketika melihat ide ini, saya segera memasukkannya dalam rencana perjalanan yang akan saya lakukan. Nomor satu, tentu saja berjalan kaki melewati rute Camino de Santiago yang terkenal itu. Jalan kaki akan sangat menantang, namun naik kereta selama berhari-hari juga tidak kalah mengeherankan. Bayangkan saja, mereka harus menahan bosan karena tidak ada sinyal dalam kereta dan juga mencari alternatif kegiatan lain. Dengan konsep seperti ini, perjalanan yang dilakukan bersama-sama akan sangat menyenangkan dan membuat para penumpang semakin terhubung satu sama lain.

Lucunya, Lee Sun Kyun dan Ko Kyu Pil menambah misi lain dalam perjalanan itu: berpuasa dengan sistem 16/8 (enam belas per delapan). Caranya sederhana saja, sama seperti puasa biasanya. Mereka akan diberi waktu bebas selama 8 jam sehari, namun harus menahan lapar hingga enam belas jam berikutnya. Puasa itu akan sangat menyiksa, terutama bagi Ko Kyu Pil yang gemuk dan tipe pemilih ketiak dihadapkan pada makanan. Berhenti di sini, saya tidak akan bercerita lebih banyak. Hahahaha.

Bintang Tiga Koma Sembilan

Sayang sekali tayangan ini hanya sampai sembilan episode, untuk perjalanan selama dua belas hari termasuk transit di kota-kota besar. Hal ini sangat jelas menandakan betapa minim footage yang tersedia. Alasannya, tentu saja para aktor ini terlihat kurang berpengalaman dalam membawakan acara ragam. Sebaliknya, lebih banyak host acara atau MC yang lebih banyak dari kalangan penyanyi atau komedian. Oleh karena itulah mereka tidak banyak melakukan program sisipan, dan hanya sibuk dalam urusan masing-masing.

Selain itu, sutradara dan penulis kurang banyak mengeksplor seluk-beluk kereta. Para aktor bisa diminta untuk menjelaskan berbagai macam hal, termasuk bagaimana sejarah kota-kota Rusia yang mereka kunjungi. Tiga bulan sebelum proses syuting adalah waktu yang cukup untuk melatih mereka dalam berbicara dan menyalurkan ekspresi. Namun sepertinya hal itu tidak berjalan lancar dalam program ini.

Saya ingin sekali memberikan banyak bintang untuk kedua aktor kesayangan, Sun Kyun dan Sang Yeob, tapi apa daya, hanya Sang Yeob yang benar-benar bisa menyediakan konten perjalanan dengan ekspresi paling menjanjikan. Saya tidak mendiskreditkan aktor lain, tapi memang hanya dia yang bisa berkomunikasi dengan penonton. Kalau saya menontonnya lewat televisi, saya akan meminta Sang Yeob menjelaskan semua hal yang terjadi.

Namun, meskipun aktor-aktor ini sangat kurang berpengalaman, saya bisa menjamin bahwa ide perjalanan ini mengagumkan. Dan mereka bisa melakukannya dengan cara yang paling luar biasa. Kadangkala, kita mendambakan perjalanan yang penuh dengan kemudahan dan selalu mendapatkan kenikmatan untuk setiap indra yang kita miliki. Namun, salah satu panca indra lain harus tetap diberi makan: itulah emosi. Ia perlu perjalanan yang menantang, termasuk dengan mendatangkan kebosanan untuk tinggal dalam kereta yang terus berjalan. 

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir