Perkenalan adalah Takdir, Mencintai adalah Proses
![]() |
Photo by Tanya Trofymchuk on Unsplash |
Hah....
Saya merasakan kemalasan lagi. Ya. Sejak patah hati dan orang-orang tahu bagaimana keadaan saya, kemalasan itu seolah-olah mendapatkan legitimasi, bahwa memang wajar bagi saya untuk melakukannya. Bahwa memang sudah sewajarnya lelaki (tidak) tampan (sama sekali) ini menikmati waktu sedih. Ia sedang berkabung. Biarkan ia menangis. Faktanya, saya tidak banyak menangis. Air mata itu hanya akan keluar ketika saya menyaksikan adegan menyedihkan dalam drama, film, atau variety show.
Oh, iya. Bicara variety show (acara ragam), saya akhir-akhir ini memutuskan untuk menonton Baek Jong Won's Alley Restaurant, program dari SBS yang menayangkan bagaimana tokoh kuliner Korea ini menyelamatkan restoran-restoran di (umumnya) lorong-lorong di penjuru Korea. Baek Jong Won juga berusaha menemukan restoran-restoran bagus, dan memasarkannya melalui acara itu. Kalau ada daerah atau lorong tempat ia syuting diberitakan, orang-orang segera berdatangan mencoba. Setiap setelah episode pertama disiarkan, keramaian memuncak.
Apakah acara ini menarik? Jelas. Tapi tidak seseru Running Man di mana setiap babak adalah permainan, dan setiap episode mengandung kelucuan tersendiri. Alley Restaurant sebaliknya. Butuh empat hingga enam episode hanya untuk menceritakan proses perubahan restoran-restoran lorong itu, hingga kemudian mereka siap menghadapi pembeli, dan berlatih dengan keramaian yang tidak terjadi sebelumnya. Baek Jong Won memberikan mereka bentuk pelatihan yang tidak biasa, dan kalau pemiliknya giat berlatih, ia bersedia memberikan resepnya secara gratis.
Itu saja untuk Alley Restaurant. Kadangkala saya juga menikmati The Return of Superman di kanal YouTube KBS. Beberapa teman mungkin sudah mengetahuinya lebih dulu, tentang bagaimana mereka menceritakan selebriti sebagai sosok ayah, dan mengasuh satu atau dua anaknya di rumah. Favorit saya akhir-akhir ini adalah keluarga Jang Beom June, dengan kedua anaknya Jang Jo Ah dan Jang Ha Da. Beom June lucu sekali. Ia punya selera humor yang bisa saya nikmati, namun belum pernah saya coba.
Ia juga musisi yang handal. Lagunya yang pertama kali saya dengar tentu saja Cherry Blossom Ending, kemudian dilanjutkan dengan Your Shampoo Scent in the Flowers, original soundtrack untuk drama Be Melodramatic. Saya tidak menyesal baru mengetahuinya atau lagu-lagunya. Menurut saya, semua perkenalan kita dengan berbagai macam hal di dunia adalah takdir. Namun, menyukai atau tidak, itu adalah proses. Begitu pula dengan cinta. Pertemuan kita dengannya adalah kehendak Yang Maha Kuasa, tapi berusaha atau menyerah adalah bagian dari perjuangan.
Ah, betapa menyenangkan menulis hal ini. Saya suka berbagi apa yang saya sukai, oleh karena itulah story WA atau instagram saya selalu diupdate sepanjang waktu. Saya bersikap seperti pesohor yang memiliki banyak penggemar, dan mereka bertanya sebaiknya mereka membeli produk tertentu atau tidak, atau meminta rekomendasi tentang segala hal. Padahal, saya bahkan tidak punya teman. Bagaimana mungkin orang seperti saya menjadi pesohor? Hahahaha.
Yah, mungkin saya akan menyerah tentang kisah cinta. Ada sedikit pikiran yang mengendap bahwa mungkin semua hal ini sia-sia: saya tidak perlu berkenalan dengan siapa pun, atau menjerumuskan mereka dalam lubang neraka saya sendiri. Tapi itu pikiran liar, yang musti dirapikan untuk dilihat keindahannya.
Barangkali semua perkenalan ini sudah dituliskan. Namun, usaha saya tidak begitu keras atau kurang berbumbu, dan Takdir kemudian menyingkirkan kisah dalam mangkuk itu. Ia berharap saya menggantinya dengan lebih baik: mengubah cara memasak, mencari bahan yang lebih bagus dan terjangkau, dan rutin membersihkan dapur. Apa yang saya tulis dalam paragraf terakhir ini adalah langkah-langkah untuk mengubah restoran menjadi lebih baik.
Ya, benar. Kiat itu saya dapatkan dari Baek Jong Won's Alley Restaurants.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?