Hari Ini Cerah, Hari Ini Turun Hujan Deras
![]() |
Photo by Todd Quackenbush on Unsplash |
Saya membayangkan diri duduk di kursi menatap laptop dan mulai menulis apapun sejak dua hari yang lalu. Dalam pikiran, saya akan memulai tulisan ini dengan kalimat, "Hari ini cerah..." atau "Hari ini turun hujan deras...," namun tidak jadi. Post terakhir saya bertanggal 10 Januari dan saat ini sudah tiga hari berlalu. Tapi saya tak tau hendak menulis apa. Pikiran saya penuh dengan banyak hal sampai-sampai saya tidak sanggup melihat jelas, apa yang seharusnya saya lakukan. Riset PKM terasa kurang menyenangkan. Saya mudah marah ketika melihat tulisan yang tidak sesuai dengan selera atau tampak buruk.
Progres kursus saya berhenti manakala muncul tugas esai 600 kata, seusai saya menamatkan video-video panjang yang memang disiapkan oleh pengajar, Dr. Ebrahim Afsah. Jujur, saya menyukai antusiasme beliau dalam mengajar: Iran -negara dengan mayoritas penduduk Syiah itu- adalah negeri asalnya. Dr. Ebrahim sangat bersemangat ketika bercerita. Ia memulainya dari Dinasti Qajar di abad ke-18, lalu pemerintahan modern yang dipimpin oleh keluarga Pahlavi, hingga para ulama bangkit dan memimpin revolusi. Kuliah itu ia berikan dari Universitas Kopenhagen, namun sesekali ia masih pulang dan melihat dinamika kampung halamannya.
Tugas magang akhirnya datang. Tadi siang, sekitar pukul dua, saya dan dua orang kenalan dari sastra prancis melakukan zooming dengan Pak Manggala. Tugas kami adalah melakukan analisis data tracer study alumni antropologi yang sebelumnya sudah tersedia. Saya melihat datanya sekilas, dan menemukan berbagai nama dari angkatan 2011 hingga 2016. Mungkin setelah lulus, saya akan diminta untuk mengisi kuesioner yang sama. Tugas utama saya berada dalam lingkup analisis data pekerjaan. Kata-kata Pak Manggala yang cukup saya ingat adalah bagaimana "...universitas didirikan bukan untuk menambah pengangguran." Redaksinya semacam itu, tapi saya lupa persisnya. Hehe.
Hmm, setidaknya saya masih semangat melakukan riset malam ini. Progres yang lebih jelas harus terlihat esok hari, dan lusa Bu Zurin hendak bertemu kami -pengaju proposal PKM tahun ini. Hari Seninnya, Pak Hipo yang ingin tau. Terlihat banyak, kan? Hahaha. Untuk itu, saya akan memainkan kembali playlist rock yang saya simpan dan berharap ia dapat membantu saya mengusir kegelisahan. Oh iya. Saya juga berencana mengikuti konseling. Saya serius.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?