seburuk apapun tahun ini, saya tidak berhak mengutuknya
![]() |
Photo by Kristina Flour on Unsplash |
Ah, saya bukan tipe orang alim. Beberapa teman dekat maupun kenalan biasa tahu hal ini. berbagai tipe pisuhan terbiasa saya keluarkan. Ketika masih berpacaran, kebiasaan saya itu tidak dilarang, meskipun tentu saja tidak disukai. Namun, saya tidak akan menyebut tahun ini buruk. Tidak. Bagi saya, percuma rasanya mangutuk konsep waktu. Ketika orang-orang menyebut "Covid-19 anjing" itu terasa lebih pasa. Virusnya ada, penyakitnya masih diberitakan. Sedangkan waktu adalah abadi. 2020 yang singkat ini adalah sedikit jentikannya.
Namun, setelah saya lihat-lihat, memang 2019 adalah masa yang cukup bagus: saya masuk ke organisasi yang saya senangi, berteman dengan anak-anak pondok yang setipe dengan saya, mulai menyukai orang setela ditolak di semester pertama, dan bersenang-senang. Kehidupan perkuliahan di semester kedua dan ketiga juga tidak terlalu buruk: saya mulai memahami apa itu antropologi, mulai mengisi lagi blog ini dengan tulisan yang bermacam-macam bentuknya. Kecuali untuk ospek. Saya tetap membencinya. Menjadi peserta atau panitia, sama saja.
Oleh karena itu, izinkan saya dalam tahun yang buruk namun tidak bisa saya kutuk ini membuat list tentang apa saja yang capai melalui blog ini. Siap? Ayok!
Berapa tulisan yang berhasil saya publikasikan tahun ini? Dari Januari hingga Desember, total sudah ada 119 post yang saya publikasikan, termasuk tulisan ini yang secara resmi menjadi karya saya yang ke-300! Tentu saja saya tidak hanya menulis di sini. Ingat, saya juga punya tulisan di web UKM Seni Religi dan dua tulisan di Sediksi. Sebanyak itulah tulisan saya tahun ini. Tulisan pertama saya tahun ini adalah catatan saya ketika menjadi panitia inisiasi 2019 di Selorejo, Dau, Malang.
Hingga detik ini, 17.17 PM WIB, pembaca blog ini mencapai 6771, termasuk di antaranya adalah saya sendiri, ketika pertama kali membukanya untuk kemudian membagikannya di media sosial. Teman-teman di WA, Instagram, atau LINE pasti menyadari ini. Namun, tulisan saya pernah menurun hingga 2 post masing-masing di bulan Juni dan Juli. Kemungkinan besar, karena saya lagi bucin-bucinnya dan berambisi menghabiskan empat kursus online secara langsung di Coursera.
Untungnya, ambisi itu tidak berlanjut lama. Saya akhirnya berfokus mengambil kursus secara satu-satu, karena bahan kuliahnya yang cukup sulit. Sebelum semester ganjil tahun ini dimulai, saya berhasil menyelesaikan Teori Sosiologi Klasik yang dipandu oleh Dr. Bart van Heerikhuizen. Dan hari ini, saya berhasil menyelesaikan kuliah filsafat politik berjudul Revolutionary Ideas: Utility, Justice, Equality, Freedom. Ah, betapa bahagianya saya. Yah, meskipun tidak ada sertifikat, tapi diskusinya menarik. Kalian musti nyoba.
Oh iya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang blog ini, tapi semoga kalian suka bacanya. Yah, kalian tau sendiri kan saya bukan orang yang menghibur. Tapi saya selalu terhibur ketika banyak yang membaca blog saya! Wkwkwk. Selamat tinggal 2020!
Selamat Tahun Baru 2021!!! Semoga tahun depan kalian bahagia!


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?