Pecah Buah-Buah


Photo by Michael Krahn on Unsplash

jika hujan bukan tangis malaikat
maka aku berharap tak ada yang tinggal di nirwana
ia dikabarkan kosong, penuh dengan pertempuran masa lalu
kemudian berhenti untuk suatu alasan yang tak diungkap

"Karena pecahlah buah-buahnya!"

Ya, seekor ular melata mencari tempat
seorang Hawa meminta pendapat
benarkah ranum buah itu baik untukku?
Adam tak melarang, hanya memperhatikan 
sudah kuingatkan, tak baik berteman dengannya

dan ketika ia dilahap hingga masuk ke dada
hujan turun amat deras
ular itu menghilang
petir masih menyambar

apakah Ia akan mengampuniku, sayang?
Adam menggeleng
aku tak tahu apa yang dipikirkan-Nya
lebih baik kita pergi ke tanah tak bertuan

esoknya, Tuhan mengirim keduanya keluar dari nirwana
malaikat-malaikat tetangga menangis, meratapi nasib sial 
yang datang begitu cepat
air mata mereka membuat hutan
melindungi sang manusia dari panas dan hewan buas

*****

Entah mengapa, aku terpikir untuk menulis kisah Adam ketika bersedih. Mungkin karena, Adam sekalipun masih ingin bertemu ketika Hawa berbuat salah. Dia juga merasa bersalah, telah membiarkan kekasihnya makan sembarangan pemberian orang tak dikenal. Maka beri aku kabar, kalau-kalau kau memaafkanku. Aku siap memperbaiki hubungan kita, meskipun kita bukan Adam dan Hawa.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir