Menikmati Hari


Photo by Krzysztof Niewolny on Unsplash

"Perasaan tidak pernah tepat waktu. Kadangkala ia mendatangimu, di lain kesempatan ia meninggalkanmu. Perasaan sama seperti angin kencang: kau terpaksa menerimanya, lalu pergi dengan sengaja. Tertawa atau menangis mungkin ada penyebabnya, tapi kadangkala kita benar-benar tak tahu apa penyebabnya."
Kalimat itu punya saya. Jangan dicuri lalu diberi watermark seolah-olah itu keluar dari mulut kalian. Saya memikirkannya sore hari ini, ketika tiba-tiba saya menangis tanpa alasan. Ya, saya masih merasa sedih setelah beberapa minggu. Namun, tidak ada salahnya bagi seorang laki-laki untuk menangis. Toh, saya mengenang kembali masa-masa indah. Kenangan itu terasa pahit saat ini.

Bagi pembaca setia blog ini, kata-kata saya mungkin terdengar tidak rapi. Memang itulah yang terjadi. Saya belum minat untuk menulis kembali, namun saya bosan menonton Welcome to Waikiki season pertama, dan berniat untuk menulis sebagai selingannya. Hari ini cukup banyak yang saya tulis: tugas ujian tengah semester dengan menjawab tiga pertanyaan dalam 750 kata (saya menjadikannya 800), beberapa poin untuk menyusun esai tugas antropologi biososial. 

Untuk teman-teman antropologi, saya akan memberi tahu tema pilihan saya: kasus berat badan lahir rendah (BBLR) di Sidoarjo, di mana kasus biologis itu dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial. Besok akan ada uts untuk mata kuliah antropologi kependudukan, lalu saya akan mulai menulis esai esoknya. Setelah itu ada review film dokumenter untuk pertemuan ketujuh mata kuliah Dinamika Sosial Desa-Kota di hari Sabtu.

Rasanya saya akan sibuk sekali. Namun saya masih menyempatkan menonton drama sesekali.

*****

Saya menikmati gaya hidup ini: mengerjakan tugas, istirahat, lalu lanjut produktif. Bagi saya, menonton, makan, dan rebahan adalah bagian dari istirahat. Jika saya keluar dan tidak punya kuota untuk melihat media sosial, saya tinggal membaca buku atau majalah. Namun saya berupaya untuk tidak keluar rumah sebelum tugas hari itu selesai. Kalau upaya itu dilanggar, keselamatan saya yang terancam.

Saya ingin sekali memberikan semangat kepada teman-teman saya, berhubung saya tidak lagi punya teman chat aktif sejak putus. Saya begitu merindukan pesan WA. Mendengar notifnya membuat saya sedikit merasa berharga, "Oh, ada yang butuh saya. Oh, dia bales story." Tapi saya jengkel juga kalo ada orang sekali nge-chat langsung banyak. Kayak keburu aja. Emang mau ke mana sih? Daerah kamu udah mau kiamat sampe-sampe butuh banget jawaban cepet? Toh saya juga termasuk fast-respond. 

Ya udahlah. Berhubung saya sudah banyak berkeluh kesah hari ini, akan saya hentikan tulisan ini. Selamat malam semua. Semoga kalian... baik-baik saja. 😊😊😊


Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir