Inovasi yang Berlebihan adalah Bencana
![]() |
Photo by Nik Shuliahin on Unsplash |
Hati saya panas sekali hari ini.
Bukan karena Sidoarjo yang panas secara alami dan kakak-kakak perempuan saya menolak untuk membuka pintu dan jendela, tapi karena rumitnya perkuliahan hari ini. Hal itu dimulai dengan dikirimnya salah satu artikel jurnal yang wajib dibaca sebelum kelas, namun kelompok saya berdebat, apa yang musti kami lakukan. Kalo ga presentasi nulis notulensi, kan? Notulensinya dari mana? Dari jurnal yang disajikan atau yang kita baca? Meskipun pada akhirnya kami tahu bahwa notulensi itu dibuat seolah-olah catatan kuliah kami, deskripsi dosen sangat membingungkan. Beberapa teman bahkan harus bertanya lagi untuk memastikan.
Di hari ini pula saya baru tahu kalau kelas Manajemen Konflik juga punya situs Notion. Di kelas Menulis Kreatif, situs ini digunakan untuk mengecek tugas apa yang akan kami lakukan selama satu semester. Dosen pengampu mata kuliah itu juga memberikan tautan Google Drive tempat di mana semua bahan bacaan kami dikumpulkan. Namun, bukankah itu berlebihan? Bukankah Classroom juga memberikan ruang untuk penyimpanan serupa? Mengapa kami harus berkenalan lagi dengan situs baru? Megapa kami harus membuka banyak sekali tab untuk satu mata kuliah saja?
Hal ini yang membuat saya semakin yakin, bahwa inovasi yang berlebihan adalah bencana.
Oleh karena itulah dinosaurus punah! Mereka ingin sekali membuat api unggun untuk perayaan ulang tahun, lalu akhirnya melaksanakan ritual di mana mereka mengorbankan seekor dinosaurus gadis untuk sebuah batu api dari langit. Namun, karena sebuah kecelakaan, tidak hanya seekor gadis dinoasurus yang dikorbankan, melainkan teman-teman sebayanya juga. Maka, jatuhlah ribuan batu langit, bergesekan dengan atmosfir, lalu membungkus permukaan bumi dalam balutan api dan asap.
Kaum dinosaurus itu dikelilingi oleh lautan api, berhamburan ke segala penjuru. Raja mereka yang sedang berulang tahun tidak bisa bergerak. Matanya tertutup oleh kain dan tangannya terlalu pendek untuk membuka tutup maanya sendiri. Sebuah batu khusus dikirim dari langit untuknya, dan BAMM!!! Ia terkubur tidak terlalu dalam, namun proses ribuan tahun membuat lautan menyusut dan kuburnya semakin dalam dari tahun ke tahun. Semakin lama, semakin sulit ditemukan.
Dan itulah harga dari inovasi! Mengapa mereka ingin sekali mendapatkan api dari langit ketika sudah tahu caranya? Jika mereka mau menunggu untuk sebentar saja, teman-teman dinosaurus ilmuan lain bisa mengujinya, melihat dampak positif dan negatifnya, lalu memperbaikinya agar semakin efektif, efisien, dan minim risiko. Eh, malah mereka langsung mencoba cara itu. Mereka akhirnya punah karena inovasi mereka sendiri.
Hari ini saya merasa jadi dinosaurus itu. Saya membuka laptop yang mudah panas, mengklik Classroom, klik tautan Zoom, lalu melihat diskusi yang berjalan di grup WA. Karena masih bingung dengan proses diskusi, saya masih membuka Spreadsheet. membaca kelompok mana yang presentasi dan mana yang tidak, lalu menulis diskusi dalam buku catatan. Begitu banyak hal penting yang harus saya buka! Mengapa saya tidak pergi ke kampus saja, menaiki gedung empat lantai tanpa lift, dan mendengarkan dosen dengan seksama. Bukankah cara itu lebih mudah?
Okelah kita berada di masa pandemi. Kita sudah belajar cara-cara beradaptasi dengan pembelajaran online. Namun... ya itu! Kenapa harus banyak sekali inovasi? Kenapa tidak memberinya secara tahap per tahap, satu per satu agar kami bisa memahami? Kalau banyak orang sependapat dengan saya, mungkin kami inilah generasi terakhir dinosaurus! Setelah ini akan semakin banyak bencana bernama inovasi itu datang, lalu kami dipaksa menerima nilai buruk alias mati karena kecapekan.
Haduuhhh...
Oke. Saya memang agak stress hari ini. Namun saya sadar, bahwa untuk itulah evolusi ada: bahwa untuk tetap hidup, kita harus belajar sedkit demi sedikit. Kisah Ulang Tahun Raja Dinosaurus di atas adalah fiksi, yang saya jadikan model agar kalian tahu bahwa tidak semua inovasi itu menyenangkan. Ada pula inovasi yang malah membuat capek, seperti yang dialami oleh teman-teman saya hari ini. Memang sih, semua inovasi itu dimaksudkan dengan niatan yang baik. Tapi ga gitu juga mainnya.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?