Apa saya seburuk itu?
Mendapat pesan singkat dengan substansi yang tidak jelas sama sekali membuat saya berpikir terlalu keras. Saya sudah lama tidak mendapat pesan darinya, dan tiba-tiba saja ia mengatakannya. Sebelumnya, pesan yang sama dikatakan untuk memberikan kesadaran akan kesalahan seseorang. Namun, saya tidak tau apa salah saya. Kami sudah lama tidak berkomunikasi dan dengan sengaja membatasi diri sendiri. Meskipun merasa butuh atau semacamnya, saya akan menahan diri. Saya tidak tau apa kesalahan saya saat ini.
Dulu ia pernah berkata bahwa begadang itu dilakukan oleh orang-orang yang banyak pikiran. Karena ia tidak menyukainya, ia melarang saya begadang. Padahal, saya melakukannya hanya untuk menonton drama atau bermain game. Namun saat ini berbeda. Saya lebih banyak berpikir di malam hari, menghabiskan waktu dengan sia-sia: saya memikirkan pendapat orang yang tidak memikirkan saya.
Apa memang hubungan antar-manusia hanya menyisakan kenangan buruk? Apa kesalahan-kesalahan saya begitu besar dan tak termaafkan? Apa saya seburuk itu hingga harus dikasihani? Apa saya tidak terselamatkan?
Entah. Jawabannya entah. Saya tidak fokus belajar dan buku yang mustinya saya baca malah saya lempar ke dinding. Saya menutup laptop bukan karena tidak kuat berhadapan dengan pemikiran Frantz Fanon tentang kekerasan massa, namun karena tidak fokus. Buat apa saya membuang-buang listrik kalau akhirnya saya tidak belajar? Apa memang rasa suka harus dibalas seperti ini? Saya mungkin terlalu banyak menyukai orang lain, tanpa sadar bahwa lebih banyak lagi orang-orang yang tidak menyukai saya.
Atau ia memang ingin berpisah selamanya, tanpa kemungkinan bertemu dan kembali? Apa saya seburuk itu? Sehingga orang-orang lebih memilih menjauh dan menjaga jarak.
Ah, saya memang brengsek. Bahkan tulisan seperti ini pun tidak pantas saya sebar di sosial media. Jujur saja, saya sakit hati. Untuk apa saya memikirkan orang yang tidak memikirkan diri saya juga? Untuk apa saya harus menulis tentang pengalaman buruk dengan seseorang? Untuk apa? Saya hanya membuat diri saya semakin buruk.
Selamat berakhir pekan, selamat berlibur.

Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?