Menghibur Diri


Photo by Annie Spratt on Unsplash
Halo, selamat siang.

Gimana kabar teman-teman? Kalian bisa komen artikel ini di bawah, ada kolom untuk itu. Tapi kalau kalian tidak ingin menjawabnya, tidak apa-apa. Saya diajarkan untuk tidak memaksa dalam suatu hubungan, apalagi yang tidak mengikat. Ini hari Jum'at, saya baru saja menyelesaikan kuis untuk materi Equality yang saya pelajari dari Profesor Guerrero, mata kuliah Revolutionary Ideas: Utility, Justice, Freedom, Equality. Setiap materi diajarkan per minggu, dan saya baru menyelesaikan minggu keempat. Saya akan membaca materi kelimanya nanti, setelah sholat Jum'at. Saat ini saya ingin beristirahat dulu, dengan cara menulis ini. 

Sudah lama saya tidak menulis. Tiga hari tanpa menerbitkan kisah baru sudah terasa lama bagi saya, apalagi ini sudah seminggu lebih. Saya ingin bercerita sekedarnya, namun sebagian kisah saya sudah berakhir, tanpa tahu akan ada kelanjutannya atau tidak. Saya ingin memotivasi diri, yang biasanya adalah kemampuan saya yang paling penting, namun tidak bisa. Akhirnya saya tahu bagaimana rasanya putus. Ah, saya sudah pernah sebelumnya, namun tidak pernah bisa belajar dari pengalaman.

Hubungan saya kandas di bulan kelima. Hal itu terjadi seminggu yang lalu, tepat di sore hari ketika saya membaca biografi Mary Wollstonecraft, tokoh feminis populer dari Inggris. Saya mengiriminya pesan kata-kata bijak Wollstonecraft, mengatakan padanya bahwa saya menyukainya karakter baiknya, alih-alih kecantikan dan semacamnya. Ia membalas pesan itu dengan permintaan putus, dan saya tidak perlu waktu lama menyanggupi. Ia bukan tipe orang yang berbicara terus terang. Maka, ketika ada hal serius yang perlu dikatakan, ia pasti memendamnya dalam waktu yang lama.

Ini adalah kegagalan kesekian dari setiap hubungan serius saya dengan perempuan. Bukan berarti pertemanan tidak serius, hanya saja berada di level yang lebih santai, tanpa adanya tekanan. Untungnya, hubungan kami tidak terlalu tersebar luas. Ia ragu mengumumkannya di antara banyak teman, dan sebagian teman saja yang tahu kami berpacaran. Untuk itu, semoga orang-orang tidak terlalu mempertanyakannya. 

Melalui tulisan ini, saya ingin menghibur diri. Lagu baru BMTH berjudul Teardrops sudah rilis, saya mungkin akan menulis reviewnya Jum'at depan. Ada ide cerita yang sudah mulai saya tulis, namun berhenti sebentar. Saya juga kepikiran untuk menulis lagi puisi, yang pendek-pendek saja, tidak perlu panjang. Namun, sebagaimana kisah-kisah dalam blog ini ditulis, butuh waktu, ide, dan mood yang cukup untuk memulainya. Semoga ada jalan, sebagaimana tokoh-tokoh utama dalam drama atau film bisa sukses dan terkenal. 

Komentar

  1. Sedang tidak punya motivasi untuk produktif, padahal banyak hal yg harus segera diselesaikan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Apa pendapatmu?

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir