Semakin Kritis, tapi Tidak Membawa Nuansa Baru: Obey
Berkolaborasi dengan YUNGBLUD, Oli dan kawan-kawan menyajikan suatu nuansa berbeda dalam lagu-lagunya. Ia menyanyikan verse dengan halus dan santai, lalu menghentak keras. Efek kejut itu bukan hal yang jarang terjadi, dan sudah banyak ditemukan dalam single-single sebelumnya. Obey, berkisah tentang perjuangan manusia sebagai pribadi yang baru lepas dari cengkeraman pemerintah lalu masuk menuju sistem kepengaturan yang lain.
Tapi manusia adalah makhluk yang lemah. Ia tidak kuat menghadapi sistem yang ia buat sendiri agar bisa bertahan hidup, lalu merasa semua baik-baik saja. Entah apa motivasinya, YUNGBLUD maupun BMTH sama-sama menghadirkan diri mereka sebagai makhluk raksasa setinggi bangunan pencakar langit. Sosoknya tampak seperti kaiju yang dilawan Ultraman, atau bahkan robot Power Rangers ketika sudah bergabung.
Saya tidak mengikuti YUNGBLUD, mendengar musik-musiknya, atau mendengar kabarnya dalam dunia hiburan. Hanya saja, proyek ini sudah lama mereka rencakanan, sekitar April atau Mei tahun ini. Itu berarti tepat di masa-masa awal pandemi menyebar ke luar China, dan BMTH sedang sibuk memproduksi Parasite Eve. Selain itu, BMTH juga tidak menyebut proyek album mereka selanjutnya, dengan nama sementara Post Human, ketika merilis Obey. Bisa jadi, ia hanya single kolaborasi, tanpa masuk ke album dan sebagainya.
Tidak ada yang perlu diulas dari liriknya. Ia hanya bercerita tentang kondisi masyarakat pada umumnya yang bingung dengan keadaan dan akhirnya kalah dari pemerintahan. Sistem sosial kita begitu rumit dan tak mudah untuk diurai. Baik BMTH maupun YUNGBLUD akhirnya menjadi dua makhluk raksasa, yang menari di jalanan di antara gedung-gedung tinggi, lalu bertengkar. Dan ketika mereka hendak melanjutkan pertarungan, insting monster mereka melakukan hal lain.
Mereka berciuman.
Karena mereka adalah raksasa yang kesepian.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?