Catatan Liburan

Hari ini hari Selasa, artinya masih minggu pertama liburan dimana saya -dan teman-teman antropologi-  sudah menyelesaikan ujian akhir semester genap sejak tanggal 15. Kabarnya, masih ada beberapa teman dari prodi atau fakultas lain yang masih mengadakan UAS, setidaknya hingga esok tanggal 20. Grup LINE UKM sepi, tidak banyak percakapan karena proker yang berakhir. Beberapa hari lalu ada yang mengajak untuk membuat video ucapan selamat hari raya, namun saya tidak tertarik. Tentu saja karena saya jelek. Kalau sedikit saja ada yang memuji saya tampan, mungkin saya akan percaya diri.

Hari Sabtu lalu seharusnya saya rekaman lagi, untuk podcast pribadi yang saya canangkan akan istiqomah. Namun, apa daya. Situasi rumah sedang tidak baik dan saya lebih banyak berdiam diri. Sabtu itu pula saya dan abi pergi ke servis laptop untuk pembersihan. Laptop ini sudah satu semester menemani saya menulis blog dan mengerjakan tugas kuliah, namun masih belum diberi nama yang pantas. Ada teman yang datang dengan usulan nama-nama artis tik-tok, tetapi saya malah kepikiran memberikan nama-nama perempuan yang sempat viral belakangan ini karena tingkah mereka di sosial media. 

Sebut saja: Cimoy, Kekeyi, Indira Kalistha, Dinda Safay, dan masih banyak yang lainnya. Namun saya merasa jijik. Tak pantas rasanya saya menyebut laptop yang saya cintai dengan nama-nama itu. Ah, apakah saya menghina? Maaf. Saya tidak bermaksud. Tapi itu lucu sekali. Hahaha. 

Apa yang saya lakukan selama liburan? Entahlah. Liburan ini -sebagaimana orang-orang bilang- akan menjadi liburan paling berbeda seumur hidup. Saya terbiasa dengan ritme libur di pertengahan ramadhan: hal itu dilakukan sejak saya masih SD hingga semester dua lalu. Pondok SD saya, Al-Muqoddasah dan Al-Amien sama-sama memulangkan santri di pertengahan bulan suci. Begitu pula yang terjadi di semester dua lalu, ketika saya baru pulang setelah UAS selesai. Ramadhan kali ini full saya jalankan di rumah, tapi sama sekali tidak terasa baik. Entahlah, itu hanya perasaan saja.

Oh iya. Karena tidak bisa mendaftar semester pendek (FIB menyebutnya semester antara), saya akhirnya mendaftar kursus online gratis di Coursera. Banyak sekali orang yang menyebut EDX sebagai penyedia kursus terbaik, namun ketika saya coba, saya lebih memilih Coursera. EDX memang menyediakan sebuah mata kuliah khusus antropologi, namun tidak bisa saya akses. Di Coursera sendiri, saya mengambil beberapa mata kuliah yang terlihat menarik: classical sociological theory, revolutionary ideas, modernisme and the postmodernisme, dan (yang baru saja saya ambil siang ini) constitutional struggles in the muslim world. 

Bahasa pengantar yang digunakan bahasa Inggris. Saya mencoba memahami apa yang disampaikan meskipun kadangkala saya harus membuka tab baru untuk google translate dan mencari arti suatu kosakata. Prosesnya sama seperti kuliah pada umumnya, namun terasa lebih berkelas: pengajarnya merupakan profesor dengan cara penyampaian yang asing. Meskipun terasa berbeda, saya berusaha untuk beradaptasi. Saya juga diwajibkan untuk membaca beberapa makalah sebelum kelas, lalu diberikan quiz pendek di tengah-tengah video dan di akhir pertemuan. 

Yah, ini baru minggu pertama. Saya akan berusaha mendapatkan nilai terbaik, meskipun nanti harus menulis makalah atau semacamnya. Oh ya. Kalau ada yang bertanya tentang suasana hati, bilang saja minggu ini cukup baik. Sejak saya menulis nasib buruk saya, muncul beberapa kabar mengejutkan tentang kabar perempuan itu. Saya juga akan mencoba menulis beberapa hal baik selama liburan ini, dan tetap berupaya mempublikasi jurnal harian selama liburan. Doakan saja. Salam buat keluarga.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir