Ketika Laki-Laki Menguasai Laut
Gender dan seksualitas adalah salah dua dari sekian banyak isu-isu populer kemanusiaan yang sering disalahpahami. Keduanya berasal dari perbedaan yang sama, namun wacananya diproduksi dalam dua perbedaan: seksualitas berbicara tentang fisik dan keadaan biologis, dan gender berbicara tentang peran yang terbagi akibat perbedaan seksual. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih matang akan keduanya sangat diperlukan. Dalam hal ini, dua peneliti, Bronwyn Davies dan Holary Whitehouse melnelangkah lebih jauh. Mereka mencoba memetakan bagaimana relasi antara gender dan lingkungan. Di North Queensland, laki-laki memiliki peran yang besar dalam pelestarian lingkungan. Hal itu tidak hanya didasari oleh motivasi akan kecintaan yang besar terhadap laut, tetapi juga pemakanaan laut sebagai bagian dari kehidupan manusia, begitu pula sebaliknya.
Rasa cinta terhadap laut dibuktikan dengan pernyataan-pernyataan yang sederhana namun mendalam akan lingkungan: mereka adalah tempat manusia bisa melepaskan penat dan tekanan akibat pekerjaan yang membosankan, alam adalah semesta di mana manusia dapat menjadi dirinya sendiri dan merasa bebas, terlepas dari kekejaman duniawi. Singkatnya, laut dan air adalah harta terbesar bagi laki-laki. Untuk itu, tim peneliti mewawancarai delapan orang yang terdiri dari ahli biologi laut dan aktivis lingkungan, untuk memahami bagaimana laki-laki merepresentasikan dirinya dalam alam.
Sebagian dari mereka mengungkap bagaimana maskulinitas dipersepsikan secara berbeda oleh komunitas guy: mereka yang bekerja di laut adalah orang-orang macho yang menarik secara seksual. Kelompok itu memancing hiu, berenang dan menyelam dalam koral-koral untuk hidup sesuai keyakinan bahwa manusia adalah bagian dari alam yang tak terpisahkan, menolak perbedaan culture-nature. Bagi sebagian ilmuwan, apa yang mereka lakukan adalah merusak alam dan lingkungan, namun itu adalah ekspresi gender yang tak terelakkan, manakala perempuan tidak mengambil banyak peran.
Tim peneliti dengan apik menggambarkan bagaimana laut adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan laki-laki North Queensland yang keras karena hawa yang panas di iklim tropis. Interaksi yang nyata akan keberlangsungan laut dan dampak yang dihasilkannya memberikan perspektif baru. Ketiadaan peran perempuan perlu dipertanyakan. Namun, kehadiran laki-laki yang menjaga dan menguasai laut menghasilkan energi positif akan batasan-batasan nature-culture yang mulai kabur: keduanya menggariskan jangkauan kemampuan namun saling berimbang.
Tim peneliti dengan apik menggambarkan bagaimana laut adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan laki-laki North Queensland yang keras karena hawa yang panas di iklim tropis. Interaksi yang nyata akan keberlangsungan laut dan dampak yang dihasilkannya memberikan perspektif baru. Ketiadaan peran perempuan perlu dipertanyakan. Namun, kehadiran laki-laki yang menjaga dan menguasai laut menghasilkan energi positif akan batasan-batasan nature-culture yang mulai kabur: keduanya menggariskan jangkauan kemampuan namun saling berimbang.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?