Ketika Kelebihan Berat Badan Dipolitisasi
Fenomena ini hampir tidak terbaca atau tidak diperhatikan sebelum akhirnya penelitian terhadapnya diterbitkan. Adalah obesitas, kelebihan berat badan di atas rata-rata, disangkutpautkan dengan risiko kematian yang tinggi dan berbagai macam penyakit. Hal itu kemudian menimbulkan epidemi, di mana masyarakat Amerika menganggap obesitas sebagai suatu penyakit yang harus diberantas. Dan karena obesitas adalah ranah yang sangat privat, dimana setiap orang berkuasa atas tubuhnya, peneliti, Alice Julier berusaha mengungkap bagaimana obesitas dan orang-orang yang kelebihan berat badan dipermainkan secara politis. Tidak hanya oleh industri makanan, kesehatan, fashion, kosmetik, tetapi juga oleh pemerintah.
Studi dalam artikel ini menggunakan pendekatan fungsionalisme yang pada 1950-an sangat populer di kalangan sosiolog Amerika. Dalam hal ini, Herbert Guns beperndapat bahwa obesitas tidak hanya permasalahan fisik: ia juga berkaitan dengan problem ras dan kelas yang masih jamak terjadi di Amerika. Bahkan, mereka pun tidak memiliki banyak kuasa, ketika permasalahan mereka dijewantahkan secara bebasm oleh media, sosiolog, dan pakar kebijakan publik. Nyatanya, obesitas adalah problem struktural daripada problem personal.
Julier memaparkan bagaimana fungsi ekonomi, politik, dan budaya berkelindan dalam diskursus obesitas di seluruh negeri: obesitas menjadi bukti bahwa pekerjaan-pekerjaan kotor masyarakat telah dilakukan. Kotor merujuk pada pekerjaan-pekerjaan rentan yang bergaji rendah, temporal, tidak tetap, dan berbahaya untuk fisik. Pekerjaan-pekerjaan seperti itu, biasanya dilakukan oleh kulit hitam Afro-Amerika dan orang-orang Latin imigran Meksiko. Orang-orang kuliti putih juga mengincar pekerjaan kelas menengah seperti itu, dan akhirnya menimbulkan tensi persaingan yang tinggi. Pendapatan rendah dalam lingkungan hidup yang menuntut biaya hidup rendah membuat orang-orang memilih junk food.
Obesitas juga memberikan lapangan pekerjaan untuk industri makanan sehat, olahraga dan diet, dan kesehatan. Industri itu berjalan untuk menghindarkan masyarakat dari obesitas, namun tanpa keberadaan orang-orang obesitas, insudtri itu tidak akan berjalan. Obesitas juga menuntut orang-orang untuk belanja barang-barang yang awet dan tahan lama, dan hal itu tidak menunjukkan sikap konsumtif yang mendukung berjalannnya industri. Oleh karena itu, terlepas dari obesitas juga merupakan cita-cita banyak industri. Karena dianggap sebagai penyimpangan, obesitas menjadi ikon akan ketimpangan dan membantu sebagian anggota masyarakat untuk legitimasi norma. Sedangkan orang-orang obesitas sendiri tidak memiliki kekuatan politik dan sosial untuk memperbaiki citra mereka, stereotip masyarakat terhadap diri mereka.
Obesitas menjadi tempat sebagian orang untuk merasa senang akan keberadaan mereka. Mereka harus tetap ada agar sebagian yang lain, yang tidak kelebihan berat badan merasa benar. Secara implisit, obesitas membantu mereka yang elit untuk tegak secara sosial. Orang-orang kulit putih jadi sibuk dengan pekerjaan mereka 'melayani' orang-orang kelebihan berat badan: menjadi pelatih olah raga, praktisi diet, dan ikon kecantikan. Secara ekonomi, obesitas terbukti menjadi kunci baru akan pertumbuhan indutri. Secara politik, pemerintah Amerika memberikan kebijakan khusus untuk memeranginya, karena dia adalah epidemi.
Apakah obesitas salah? Tidak. Pandangan masyarakat yang menyatakan bahwa perbedaan berat badan sebagai penyimpangan dan harus disembuhkan, adalah pandangan sempit yang keliru. Setiap orang berhak atas kesehatan tubuh dan mentalnya. Menjadikan obesitas sebagai kampanye politis dan bisnis adalah tindak lanjut setelah propaganda yang menyesatkan. Alice Julier, melalui kacamata fungsionalisme, menyatakan bahwa selama fungsi-fungsi masyarakat bekerja secara normal, obesitas akan tetap ada dan menguntungkan sebagian masyarakat elit saja.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?