Malam Minggu yang Lain


Huff

Saya ingin bercerita dalam tulisan ini, begaiamana saya sudah mulai merasa malas untuk belajar -bahkan hanya untuk membaca jurnal saja. Di hari Rabu, akan ada kelas Antropologi Pembangunan, tapi harus mengumpulkan review dahulu di hari Selasa. Malam ini, saya mulai membacanya. Dan hasiilnya tidak jauh berbeda: saya tidak mengerti apa-apa.

Di review sebelumnya -ya, review yang saya publish itu, review dari artikel jurnal yang ditulis oleh Bu Tania Li itu- saya mendapat nilai cukup buruk, 6,5. Nilai tertinggi ada di angka 8, dan saya mulai merasa bodoh kembali. Proses belajar saya belum cukup. Pertanyaan saya tidak ada bobotnya. Terkadang, dalam proses belajar-mengajar di kelas, saya tidak punya pertanyaan. Kesimpulannya, saya lagi-lagi merasa ragu apakah saya benar memilih prodi ini.

Ah, saya tidak perlu bercerita lagi bagaimana saya memilih prodi secara asal-asalan. Ini sudah semester empat, saya berada di akhir babak pertama suatu pertandingan panjang yang penuh persaingan. Saya belum mengeluarkan seluruh energi, tapi sudah merasa ngos-ngosan. Napas saya pendek-pendek dan terburu. Dalam pikiran, saya hampir sependapat dengan orang-orang yang berharap semua ini segera berakhir. Di akhir ujian, mereka berharap melamar kekasih atau sebaliknya.

Malam ini, saya mengakhiri bacaan saya tanpa mengerti apa-apa. Karena belum cukup, akhirnya saya mencari tiga artikel dengan tema serupa, indigenous governance. Mungkin besok-besok saya akan membacanya lagi, mencoba untuk lebih memahami apa yang 'diceritakan' dalam artikel-artikel ini. Harapan saya tentu saja sederhana, hanya agar nilai saya sedikit naik. Ini mata kuliah wajib, bro. Masak nilai saya jelek lagi, setelah semester lalu hanya dapat C+ di mata kuliah Kognisi.

*****

Pada akhirnya, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya tidak menikmati proses belajar saya. Tidak seperti di masa liburan yang mana saya sangat bernafsu menghatamkan jurnal SNK ketiga -namun urung dilakukan dan berhenti di tengah jalan manakala sudah memasuki masa kuliah. Siang hari ini, Minggu, 8 Maret 2020, seorang teman sekelas memberikan pertanyaan di WA, meminta saya menjelaskan apa yang sebenarnya dijelaskan dalam artikel itu.

Saya tidak menjawabnya. Hati saya tidak enak hanya dengan mengingat bahwa saya tidak mengerti apa-apa. Pada akhirnya, saya tidak akan menjelaskan apapun, kepada siapa pun. Cukuplah kebodohan ini menjadi milik saya pribadi, tidak tertular kepada orang lain. Hahaha.

Selamat malam Senin!

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir