kukira aku berjalan di padang bunga
penuh degan harum puisi
atau mendengar nyanyian malaikat
tapi aku berjalan ke lain arah
gunung di sana menyemburkan api
batu dan kerikil menuruni bukit
sungai membara penuh lava
kulitku melepuh
kukira aku akan melangkah ke arahmu
yang datang di pagi hari dan tersenyum
namun hanya pisah yang kutemukan
lalu kata-kata lain tak terucapkan
"Kamu merasa bosan?"
Tidak. aku tidak. Hei, mengenalmu setiap hari sudah membuatku bersyukur
perbicangan kita yang sering terjeda juga menyenangkan
bagaimana aku bisa merasa bosan?
"Entah. Mungkin aku saja yang merasakannya."
Ah, aku mengerti. Aku tidak cukup menyenangkan.
Karena aku mengira, aku berjalan di padang bunga
penuh dengan harum puisi
atau nyanyian malaikat
tapi kau menyemburkan api
batu dan kerikil itu menimpaku
tangismu menyakitiku
aku sakit hati


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?