Kekuatan Asing di Lautan: Sebuah Ulasan


Sudah beribu-ribu tahun manusia mendiami kepulauan Nusantara. Mereka hidup dan mencari penghidupan dari lautan, melalui perikanan, perdagangan, dan distribusi antar-pulau. Namun, semua itu berubah manakala kekuatan-kekuatan asing dari negeri lain datang, mengubah peta politik dan kekuasaan yang turun-temurun diwariskan. Kerajaan-kerajaan maritim di nusantara. Dalam kajian ini, ditulis beberapa negara yang datang ke sekitar Sulu (saat ini Filipina) dan sekitar Borneo.

Ada tiga kekuatan besar dari Eropa, yang cukup diakui pertarungan maritimnya, yaitu Spanyol, Belanda, dan Inggris. Spanyol berlomba-lomba dengan Portugis untuk menguasai perdagangan rempah di Nusantara, namun hanya Spanyol yang bertahan hingga cukup lama. Belanda telah menguasai sumber daya yang cukup besar di Jawa dan sekitarnya, namun belum puas sehingga harus bernegosiasi dengan negeri lain yang datang ke Borneo dan di atasnya.

Inggris sendiri cukup sukses dengan koloninya di berbagai negara. Setelah memiliki modal di Afrika Selatan, Mauritius, Sri Lanka, Penang (Malaysia), Madras, Kalkuta, dan Mumbai, mereka datang ke Singapura. Koloni mereka cukup banyak sehingga kekuatan maritimnya diakui. Namun, keberadaan mereka di Asia Tenggara juga harus bersaing dengan kerajaan-kerajaan lain yang mengirimkan armada terkuatnya.

Selain tiga kerajaan itu, ada sekitar enam negeri lain yang turut berkompetisi di lautan, namun tidak cukup kuat, antara lain: Prancis yang sempat berkonfil dengan Spanyol namun terhenti, Italia yang hendak datang ke Kalimantan namun ditolak oleh Inggris dan Belanda, Belgia yang memiliki niat untuk menguasai Kalimantan dan Filipina, Austria yang sempat pergi ke Asia Timur namun diserang balik dan mundur.

Jerman juga sempat ke Sulawesi dan Sulu, namun tidak mengembangkan koloni. Selain itu, ada pula Amerika Serikat yang tidak mewakili negeri, namun lebih bersifat perseorangan. Kekuatan negeri mereka muncul lagi setelah perang dengan Spanyol di sekitar Kalimantan. Datang dan perginya kekuatan-kekuatan asing di perairan sekitar nusantara membuat warga berada dalam posisi yang lemah, namun tetap bertahan. 

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir