aku ingin


aku ingin kita punya perbincangan yang cukup panjang
untuk saling berbagi senyum dan tawa
sebelum akhirnya kau bermurah hati
untuk mengeluarkan lagi amarah itu

aku ingin kau menghilangkan tatapan penuh benci itu
karena aku tak tahu bagaimana mengobatinya:
sejak kapan kau marah?
karena apa kau marah?

aku tertawa pahit, seolah tak hanya mahoni yang kukunyah, tetapi juga sedihmu:
"jangan pergi lagi, jangan pergi lagi."
ah, aku tahu.
kau benci aku terlalu jauh

aku juga, membenci keadaan ini, tapi kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskan
satu dua kata saja
tak lebih
tak lebih


Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir