Ip Man 4: The Finale (2019) Sekali Lagi Melawan
"Aku harus menerima tantangan itu. Kalau tidak, Aku bukan orang Cina."
Kira-kira, begitulah yang dikatakan Wan Zhong Hua (Yue Wu), Komisaris Chinese Benevolent Association (CBA) yang juga merupakan master kung fu di Pecinan, Sacramento. Sersan Hartman (Vanness Wu) mencoba untuk melarang Wan menerima tantangan dari Jenderal Barton (Scott Adkins), tapi Sang Komisaris tetap bergeming. Dalam balutan pakaian serba putih, ia maju ke matras, memasang kuda-kuda, lalu maju bertarung. Sekali lagi, Kung Fu China melawan Karate Jepang. Sekali lagi, ini soal pembelaan.
Yip Man 4: The Finale (2019) berkisah tentang bagian akhir dari kehidupan sang grandmaster wing chun, melihat keadaan Amerika, yang ketika itu menjadi negeri impian tapi tetap saja bersikap rasis kepada sesama. Putranya satu-satunya dikeluarkan dari sekolah karena kekerasan, lalu secara kebetulan banyak orang meberinya nasihat untuk menyekolahkan putranya ke Amerika. Hal itu didukung pula oleh Bruce Lee (Kwok Kwan Chan), yang tiba-tiba mengirim murid untuk mengantarkan tiket pesawat.
Semua penonton mengira bahwa Kejuaraan Karate yang diikuti Bruce adalah titik penting perjalanan Yip Man (Donnie Yen) di Amerika. Setidaknya begitu. Namun tidak. Event itu hanyalah ajang unjuk kekuatan Bruce kepada dunia, bahwa kung fu china juga dapat bersaing dengan berbagai bentuk beladiri dunia. Meski banyak ditentang oleh master kung fu lain dalam CBA, Bruce tetap bergeming. Yang tak disangka, langkah itu juga didukung sang grandmaster, membuatnya semakin yakin.
Konflik
Dalam hati, saya ingin mengumpat ketika mengingat lagi awal mula konflik kisah ini.
Seorang remaja asli Amerika iri dengan Yonah (Vanda Margraf), putri Wan, yang berhasil menjadi kapten tim cheerleader selama satu semester. Tensi konflik pun meningkat manakala ia membawa pacar dan geng laki-lakinya untuk membully. Untungnya, Yip Man datang dan menghentikan pertikaian. Becky (Grace Englert), si muka pucat pendengki itu, menangis ketika sampai di rumah dan melaporkan wajah yang tergores gunting kepada ibunya. Tak lama, ayahnya yang petugas imigrasi datang, dan berjanji akan membalaskan dendam.
Di sisi lain, Sersan Hartman mencoba untuk memperkenalkan kung fu china kepada korps marinir, namun ditolak. Ia pun mendatangi atasan yang lebih tinggi, mempresentasikan riset awalnya, lalu diberikan izin untuk melakukan riset lanjutan. Barton yang tak terima mengirim bawahan untuk menantang para master, lalu -dalam beberapa pertandingan- dikalahkan oleh Yip Man. Konflik antara imigrasi dan marinir menjadi satu dan terus meningkat, hingga akhirnya Yip Man turun tangan untuk melawan Barton.
Bintang Tiga, Setengah
Untuk sebuah film biografi, Ip Man 4: The Finale adalah penutup yang cukup bagus. Perjuangan orang-orang China mendapatkan kebebasan dari penjajahan Jepang, Inggris, dan penindasan mayorotas di Amerika digambarkan dengan sangat apik. Tapi, untuk sebuah film beladiri, saya pastikan bahwa film keempat ini kurang banyak mengeksplor wing chun. Memang ada beberapa adegan yang cukup intens, seperti Colin Frater (Chris Collins) dari Marine menantang para master, namun dikalahkan Master Yip. Begitu pula dengan pertandingan terakhir di markas marinir. Namun semuanya belum banyak mengeksplor wing chun.
Ingat film pertama ketika Yip Man harus melawan master karate? Di tengah-tengah ancaman senjata api? Itu bagus. Ingat ketikan Mater Yip melawan orang Amerika sombong dengan tinju? Itu tak cukup bagus, tapi kemudian dieksplor lebih jauh ketika Mike Tyson datang di film ketiga. Itu kemudian Epik, karena Master Yip sampai harus mengeluarkan kuda-kuda jongkok-nya yang sangat sulit ditiru manusia biasa. Belum lagi ia berurusan dengan mafia. Film ketiga sungguh epik.
Yah, secara kesluruhan, saya hanya bisa memberikan bintang 3,5 dari lima, karena koreografi yang cukup monoton dan cerita yang memuaskan. Eh, benar. Premis munculnya kanker dan tumor di kepala membuat film ini mengguncang sejak awal, lalu penonton bertanya-tanya: bagaimana Yip Man akan jujur kepada putranya? Kapan ia akan mengatakan hal yang sebenarnya kepada saudaranya? Oleh karena itulah, Master Yip memberikan contoh kepada kita, bagaimana ia berjuang membela masyarakatnya, juga kelangsungan hidup putra semata wayangnya.



Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?