Rabu


Kalau kau ingin menangis, maka menangislah. Jangan tahan air matamu di sini. Karena sudah tidak ada orang di sekitarmu lagi.

Kalau kau hendak menahan jejakmu, tahanlah. Berikan sedikit tetes hujan yang menandakan terbukanya matamu dan hilangnya kesedihan.

Dan ketika lenganmu bergetar. Ah, sayang. Sudah tak ada lagi tangan lain yang bisa menahan getar itu. Hanya kau dekap erat, lalu berdoa agar tak semakin keras.

Selamat datang kembali kesedihan, selamat datang lagi kesepian. Ia berusaha sangat keras untuk menyendiri, mencari tempat lengang untuk tangis yang diam.

Jangan lupa bersembunyi: rasa sakitmu masih ada, baik hati maupun durri. Jangan lupa mengambil wudhu, atau kalau perlu mandi juga tidak dosa bagimu.

Toh Tuhan akan memaklumi. Yang tidak mau tahu itu manusia. Dan mereka seenaknya bersia-sia.

Toh, kalau benar yang kau cintai datang: ia tak akan lama. Menyapamu seadanya lalu kembali sibuk pada dunianya.

Habisi kesedihanmu, sembunyilah pada air-air wudhu yang kau ambil setiap waktu.

Jangan lupa tampilkan senyummu, orang-orang membutuhkannya lebih dari yang mereka pikirkan.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir