Jum'at yang Melelahkan


Entah harus memulai kisah ini dari mana, saya juga kebingungan. Oleh karena itu, saya coba urutkan dari pagi saja.

Setelah subuh ada setoran. Tapi saya ngaji sendiri, mengulang juz empat yang akan saya tasmi'kan di hari Ahad. Karena kelas sore, waktu ngaji saya masih panjang hingga pukul setengah tujuh. Sialnya, saya lebih memilih tidur. Malam sebelumnya saya mengerjakan tugas hingga pertengahan malam. Dan saya terbangun beberapa menit setelah setengah tujuh. Dengan mimpi yang belum selesai.

Setelah itu, sesuai jadwal yang saya susun, saya akan mencuci sebagian pakaian kotor yang sudah menumpuk. Ditemani lagu-lagu baru yang saya setel dari Youtube, saya mencuci pakaian dengan penuh hikmat. Lagu-lagu itu membuat saya terlena, hingga lebih lama di kamar mandi. Setelah mencuci, saya segera menjemurnya di lantai tiga. Rooftop.

Jum'at ini juga adalah jadwal saya mencukur kumis dan merapikan janggut. Saya masih bersantai-santai hingga pukul sembilan, lalu mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus. Malam sebelumnya saya menerima pesan untuk menghadiri undangan, terkait sosialisasi PKM di antropologi. Di jadwal, tertera pukul setengah sepuluh. Saya sampai di kampus tepat beberapa menit sebelumnya.

Saya datang sendirian. Tak lama, dua kating masuk ruangan 4.3 di lantai empat GRL. (sebagai catatan: setelah dilihat-lihat, kating berkerudung biru yang saya lihat tadi pagi itu lumayan juga). Lalu datanglah Kevin. Kami berbincang-bincang tentang hasil pertandingan sepakbola semalam. Lalu datang pula Pia, dan kating-kating angkatan 17 yang lain. Di akhir, datang kaprodi kami dan seorang dosen baru semester ini, Pak Iwan yang mengampu mata kuliah Teori Antro Modern.

Kami diberi pendahuluan yang sedikit agak panjang. Lalu disebutlah beberapa ketua tim, baik yang sudah mendapatkan anggota maupun belum. Saya sendiri datang dengan tangan kosong, tak memiliki bekal apapun. Saya tipe orang yang ikut saja, entah itu mau ditaruh mana, saya tak ambil pusing. Yang terpenting, adalah saya merasa cocok dan nyaman. Dan akhirnya, saya masuk ke kelompok Pia, karena dialah satu-satunya yang belum punya anggota untuk idenya sendiri.

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata Pia juga tidak membawa idenya sendiri. Ia datang dengan ide Pak Iwan yang harus direalisasikan. Harus. Saya bimbang. Saya tidak punya kompetensi untuk mengembangkan ide "semacam wikipedia atau website untuk mitigasi bencana dengan kearifan lokal." Kalau saya tidak bisa mengambil ide itu, setidaknya saya punya ganti untuk merealisasikan ide itu. Saya rela mundur. Toh, pada akhirnya, saya juga tidak mempermasalahkan.

Keputusan belum sepenuhnya bulat. Saya harus sholat jumat dan tidak mendengar adzan yang sudah berkumandang. Saya pun keluar dari forum terlebih dahulu, lalu pergi sholat jumat.

*****

Setelah sholat Jumat, saya kebingungan sendiri dengan banyak hal. Antara lain, karena uang. Saya hendak mentransfer sejumlah uang untuk mendaftar workshop kepenulisan dan seorang teman sudah datang untuk membantu saya mentransfer uang itu. Saya pergi makan terlebih dahulu, lalu kemudian kembali dengan keputusan bulat hendak mengikuti workshop itu. Beberapa uang akan terserap untuk PDH kepanitiaan, dan hal remeh-temeh lainnya. Uang yang baru saja dikasih sabtu lalu, habis lagi dalam beberapa hari.

*****

Saya merasa lelah sekali hari ini. Entah kenapa, ada banyak hal yang saya pikirkan. Solusi sebenarnya, adalah saya harus mengerjakan semua itu satu per satu. Tapi sayangnya, saya memang harus memikirkannya terlebih dahulu. Tidak ada hal yang benar-benar bisa dikerjakan. Tugas-tugas UTS berdatangan dan saya masih disibukkan dengan banyak hal. Sial.

Oh iya, saya pengin tahu namanya mbak kating 17 itu. Hehe.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir