Sikap Skeptis dan Rasa Bosan Akhir Pekan
Tidak terlalu banyak hal menarik hari ini. Dan saya rasa, saya sudah mulai malas menulis. Sepanjang hari, saya tidak memikirkan satu pun hal yang dapat saya tulis. Semua keseharian saya normal, dalam arti berjalan lancar. Pagi hari dimulai dengan bersih-bersih di asrama, lalu saya membaca sedikit bahan review mata kuliah kognisi, lalu pergi ke kampus. Saya berniat membeli buah-buahan, yang kemudian nantinya akan saya bawa dalam kunjungan ke RSUD. Safa masih di sana, dengan kedua orang tua yang menemani.
Sampai di kampus, saya hanya menitipkan sepeda. Saya janjian dengan seorang teman yang menginap di kos teman lain. Saya menumpang istirahat untuk satu jam, sembari menunggu waktu menunjukkan pukul sepuluh. Kami bertiga -dengan dua orang teman seangkatan- pergi sarapan terlebih dahulu ke pujasera. Saya memesan seporsi ayam bakar dan segelas teh hangat. Tak dinyana, rasanya enak. Tempat ini memang rekomendasi teman saya.
Pukul sebelas, kami berangkat ke Transmart, naik ke lantai dua di mana kami akan mencari buah-buahan. Berdasarkan penelusuran saya pribadi di Google -ini tindakan sesat, jangan ditiru- ada beberapa buah yang cocok untuk penderita anemia: pisang, apel, semangka, anggur, dan jeruk. Kami pun mencari harga yang cocok agar pas dengan voucher seratus ribu yang kami bawa. Karena masih sisa, dua teman saya memutuskan untuk membeli es krim.
Setelah itu kami kembali ke kos. Saya minta diantar teman untuk pergi ke RSUD. Sayangnya, ketika sampai di sana, saya dihadang oleh satpam yang mengatakan bahwa jam besuk sudah habis. Di hari Sabtu dan Minggu, pembesuk hanya boleh datang di dua sesi: sesi pertama dari jam 10 sampai 12, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 4 sore hingga enam malam. Saya tidak jadi membesuk Safa dan meminta maaf padanya melalui DM instagram. Ya. Kami berkomunikasi melalui itu sebelumnya.
*****
Ada rapat jam satu siang. Tidak ada hal yang mau saya tuliskan dari rapat itu. Tidak ada yang menarik. Kecuali candaan-candaan sederhana saya yang memang selalu memunculkan tawa..
*****
Satu hal yang menjadi trending topic akhir-akhir ini adalah demonstrasi menolak Revisi KUHP yang dilakukan oleh mahasiswa di pelbagai daerah. Malang, Jakarta, Surabaya, Kendari, dan lain sebagainya. Tidak hanya mashasiswa, genarasi muda di atasnya pun turut mendukung hal ini, dibuktikan dengan adanya dosen atau akademisi yang ikut turun ke jalan. Para wartawan, pegiat literasi, dan lain sebagainya turun meramaikan di media sosial. Mereka mencatat semangat juang itu, mengubahnya menjadi sumber semangat yang baru, hingga akhirnya semangat ini terus menyebar.
Linimasa media sosial saya dipenuhi dengan semangat itu. Meskipun tidak ikut turun ke jalan, saya mendukung teman-teman yang berdemo. Beberapa pihak menyatakan ini demonstrasi terbesar setelah 98, mengalahkan gerakan 212 meskipun pada awalnya gerakan ini tidak mau dikomparasikan karena perbedaan visi. Demonstrasi mahasiswa ini sepenuhnya mewakili seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kelompok Islam eksklusif.
Di tengah-tengah gelombang dukungan yang luar biasa terhadap demonstrasi mahasiswa di seluruh Indonesia ini, masih saja ada orang-orang yang skpetis. Bagaimana kita menghadapi mereka?
(Selagi saya menulis ini, ada telpon datang dari Iqbal, kating
*****
Entah hanya perasaan saya saja, atau memang keadaan yang menjadi seperti ini: rasa bosan menyeruak dalam keseharian dan hari-hari dipenuhi dengan kemuraman. Tidak ada suatu hal baru yang membuat saya semangat, seperti lagu-lagu Sakika, atau hip-hop JOOX. Semoga ada sesuatu yang memotivasi saya lebih dini. Semoga masa-masa membosankan ini berakhir sendiri. Ingatkan saya untuk mengelap sepeda yang sudah berdebu.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?