Reviewing Folk Classification: An Introduction
Makalah ini secara sederhana memberikan penjelasan struktural bagaimana masyarakat memberikan nama atau sebutan kepada tanaman, hewan, dan makhluk lain semacamnya. dalam penjelasan yang disusun oleh Brent Berlin, setidaknya ada lima rank atau tingkatan yang menjadi patokan, antara lain: unique beginner, life-form, generic, specific, dan varietal. Contoh ini diambil dari taksonomi tumbuhan bahasa Inggris Amerika, yang memperlihatkan adanya hierarki level dan tingkatan etnobiologi.
Dalam kajian etnobilogi ini, ada dua kubu yang sama-sama berperan penting dan memperdebatkan argumen masing-masing, yaitu intelektualis dan utilitarianis. Ide intelektualis mengatakan bahwa penamaan tumbuhan berasal dari luar kelompok masyarakat terhadap objek, sedangkan utilitarianis lebih fungsional: masyarakat yang membutuhkan objek-lah yang kemudian memberi nama. Hingga saat ini, kajian etnobotani masih menyimpan perdebatan-perdebatan semacam itu.
Tapi, setidaknya, masih ada satu hal yang disetujui bersama, yaitu tentang adanya perbedaan dalam klasifikasi bergantung pada tingkatan masyarakatnya: masyarakat dengan kebudayaan yang lebih kompleks memiliki klasifikasi yang lebih rumit. Pernyataan semacam ini sebisa mungkin dicoba penulis untuk dihindari, agar tidak terjebak ke dalam perangkap 'etnosentrisme Barat' ala antropologi klasik. Sayangnya, kenyataan seperti itu tidak dapat dipungkiri jika menyangkut komparasi antar-kebudayaan.
Pemahaman terhadap etnobotani menjadi penting manakala manusia berada dalam situasi dimana pengetahuan terhadap flora di seluruh dunia harus diketahui. Oleh karena itu, dalam mempelajari berbagai jenis tumbuhan, alangkah baiknya bila mencatat, mendokumentasikan, dan mendalami tanaman melalui masyarakat. Konsumsi berbasis lokal menjadi sumber informasi yang amat berharga sehingga dapat dikembangkan secara lebih lanjut.
Pemahaman terhadap etnobotani menjadi penting manakala manusia berada dalam situasi dimana pengetahuan terhadap flora di seluruh dunia harus diketahui. Oleh karena itu, dalam mempelajari berbagai jenis tumbuhan, alangkah baiknya bila mencatat, mendokumentasikan, dan mendalami tanaman melalui masyarakat. Konsumsi berbasis lokal menjadi sumber informasi yang amat berharga sehingga dapat dikembangkan secara lebih lanjut.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?