Priyayi dalam 'Para Priyayi': Sebuah Review
Pendahuluan
Priyayi dalam Para Priyayi, adalah sebuah ulasan atas sebuah novel etnografis karangan Umar Kayyam, salah satu novelis Indonesia yang tenar di Amerika. Dalam novel ini, Para Priyayi berkisah tentang lika-liku kehidupan 'Priyayi' atau bangsawan Jawa, berinteraksi dengan masyarakat Jawa. Sebagaimana yang terjadi dalam berbagai kebudayaan dunia, masyarakat Jawa juga memiliki strukturnya tersendiri, sehingga relasi dan sistem dalam struktur itu dapat diungkap secara cermat dan menarik.
Ulasan ini berawal dari sebuah pertanyaan sederhana, tentang sebuah tokoh yang berdasarkan tingkatan sosial tidak memiliki kapasitas untuk mendapatkan gelar priyayi, tapi dinobatkan sebagai priyayi dan penobatannya sendiri tidak ditolak. Anomali itulah yang menjadi titik di mana penulis hendak menganalisa: mengapa dia? Apakah dia memiliki keistimewaan tertentu? Di sini, analisa struktural dilakukan sehingga mampu menyingkap makna-makna sebenarnya.
Pembahasan
Ulasan yang dilakukan oleh penulis menggunakan analisis struktural. Pada praktiknya, analisis struktural selalu mencermati setiap variabel penelitian hingga unit terkecil. Dalam Para Priyayi, ada dua variabel yang disebut, yaitu: sejarah kehidupan dan relasi sosial. Sejarah kehidupan dua tokoh dikomparasikan sedemikian rupa, sehingga ditemukan adanya pola-pola yang sama. Pola yang serupa juga ditemukan dalam analisis terhadap relasi sosialnya.
Sehingga, dari kedua variabel tersebut, dapat diambil hasil berupa struktur segitiga condong dengan gaya patron-klien. Gaya patron-klien ini tidak hanya ditemukan di antara tiga tokoh saja, melainkan dari keseluruhan tokoh inti. Selain itu, didapatkan pula dialektika yang menggambarkan tesis, antitesis dan sintesis. Sederhananya, setiap tokoh dalam novel ini berhubungan dan memiliki keterkaitan yang dapat dijabarkan secara struktural.
Kesimpulan
Ulasan ini sangat positif, dalam arti berhasil memberikan pemahaman yang mendalam terkait contoh analisa struktura terhadap karya sastra, utamanya novel etnografis semacam Para Priyayi. Jika mau ditelusuri lebih lanjut, maka sebenarnya masih ada banyak lagi karya sastra dalam negeri yang -dengan cara tertentu- menggambarkan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Contoh yang dapat diberikan adalah Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan.
Sehingga, dari kedua variabel tersebut, dapat diambil hasil berupa struktur segitiga condong dengan gaya patron-klien. Gaya patron-klien ini tidak hanya ditemukan di antara tiga tokoh saja, melainkan dari keseluruhan tokoh inti. Selain itu, didapatkan pula dialektika yang menggambarkan tesis, antitesis dan sintesis. Sederhananya, setiap tokoh dalam novel ini berhubungan dan memiliki keterkaitan yang dapat dijabarkan secara struktural.
Kesimpulan
Ulasan ini sangat positif, dalam arti berhasil memberikan pemahaman yang mendalam terkait contoh analisa struktura terhadap karya sastra, utamanya novel etnografis semacam Para Priyayi. Jika mau ditelusuri lebih lanjut, maka sebenarnya masih ada banyak lagi karya sastra dalam negeri yang -dengan cara tertentu- menggambarkan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Contoh yang dapat diberikan adalah Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan.
Pertanyaan
- Dalam ulasan novel etnografis tersebut, disebutkan bahwa sejarah kehidupan dan relasi sosial menjadi variabel analisa. Bagaimana cara menentukan variabel dalam analisa struktural?


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?