Pertanyaan yang Template di Meja Makan Hollywood


"Gimana hari ini? Seru? Apa ada hal yang bikin seneng di sekolah?"

Pertanyaan seperti itu, adalah pembuka topik pembicaraan yang default dan tamplet banget dalam naskah film Amrik. Biasanya, latar tempat yang digunakan adalah ruang makan yang remang-remang dan latar waktunya ketika makan malam. Anak paling kecil baru saja memulai hari pertamanya sekolah, dan kakak perempuan yang duduk di sampingnya mencoba menghibur: karena kakak itu tahu hari pertama sekolah adiknya dimulai dengan buruk.

Si adik laki-laki duduk di kursi makan sembari menunduk, tak tahu harus menceritakan bagian mana dari sepuluh jam terakhirnya di sekolah. Ia terlalu fokus pada kejadian-kejadian yang tak menyenangkan. Padahal, jika ditelusuri kembali, ia bertemu dengan teman lelaki lain: mereka sama-sama menyukai serial Star Wars dan komunikasi dengan anak itu berjalan lancar. Tapi apa daya. Di meja makan, anak lelaki itu hanya tau kalau ia harus bercerita yang baik-baik.

Padahal tidak.

Begitu pula saya, yang setiap hari berjalan pulang sendirian dari kampus hingga asrama. Sepanjang perjalanan pulang, saya selalu berpikir kisah apa yang akan saya tuliskan dalam blog ini. Dimulai dari pertanyaan sederhana, "Gimana hari ini? Apa ada hal yang bikin seneng di kampus?" Karena pertanyaan itu datang dari diri pribadi, maka saya tidak punya beban untuk menceritakan hal-hal buruk yang terjadi. Tidak ada meja makan di sini. Hanya ada sebuah meja kecil untuk mengaji milik teman yang saya gunakan terus-menerus untuk mengerjakan tugas. Hahaha.

Saya tidak punya beban untuk bercerita apa pun. Hanya beberapa orang yang membaca tulisan saya, dan saya berharap jumlah segitu tidak banyak berubah. Saya merasa sudah nyaman, memiliki catatan harian yang di kemudian hari mungkin bisa saya kembali. Saya hanya akan bercerita, tentang hal-hal yang ingin saya ingat, entah itu baik atau buruk. Dan pada akhirnya, hal itulah yang dapat saya simpulkan dari hari ini.

*****

Sepertinya sudah lama saya tidak menulis seperti ini. Beberapa hari terakhir, saya disibukkan dengan tugas review. Belum lagi, besok lusa saya akan presentasi, satu tim dengan seorang teman perempuan sekelas yang memang seperti saya: egois dan malas bekerja sama. Beberapa kali saya mengajaknya untuk mengerjakan tugas, tapi ia menolak karena belum membaca bahan review. Sumpah anak ini mangkelin. Dua minggu sebelum presentasi, atau dua minggu yang lalu, saya sudah mensibukkan diri dengan menerjemahkan bahan presentasi kami dari bahasa Inggris. Dan sepertinya ia tak mengapresiasi.

Kalau besok anak itu gak mau diajak lagi, fix saya kerjain sendiri.

Siang tadi, ada jadwal rapat untuk acara inisiasi. Intinya, itu ritual ospek jurusan. Saya membencinya. Mungkin berada di nomor kesekian setelah setan dan orang bodoh. Banyak hal yang tidak saya mengerti, karena memang hanya membuat ribet dan sibuk tanpa kejelasan. Dalam rapat-rapatnya, mereka tidak menggunakan bahasa Endonesa, tapi bahasa ilmiah yang tampak dibuat-buat. Saya bukannya sok pintar. Tapi sepertinya bahan dan gaya bicara mereka, bukan di level saya.

Saya jauh di bawah mereka.

Malamnya, ketika ada jadwal dadakan untuk diskusi dengan dosen PA, kapel sekaligus ketua angkatan kami mendatangi saya. Ia berbicara dengan nada yang terasa tak enak, "Dateng rapat dong. Maba udah dateng masak gak ikut rapat." Saya hanya tersenyum, ingin membalas kata-katanya. Tapi sayang, ada hal yang lebih penting ketika ia datang: Cak Percil masuk trending Youtube nomor LIMA! Hahahaha.

Oh iya, akhir-akhir ini saya berusaha untuk nulis puisi lagi. Berangkat dari kenyataan bahwa saya sangat sensitif untuk hal-hal yang berbau kehidupan. Lagipula, draf lama tentang kisah Rama telah saya publish, dengan tambahan bagian dua. Saya belum mempostingnya di instagram. Mungkin besok-besok.


Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir