Some Notes from The Death of Expertise
Efek Dunning-Kruger
- ditemukan oleh David Dunning dan Justin Kruger, dua peneliti psikologi di Cornell University melalui serangkaian penelitian pada 1999.
- Secara singkat, efek Dunning-Kruger mengatakan bahwa semakin bodoh Anda, semakin Anda yakin kalau Anda sebenarnya tidak bodoh.
- Dunning dan Kruger, dengan lebih halu menjuluki orang seperti itu sebagai "tidak berkeahlian" atau "tidak kompeten"
- "Mereka bukan hanya salah dalam menyimpulkan dan membuat pilihan; inkompetisi juga merampas kemampuan mereka menyadari kesalahan tersebut"
(Bab 2, Hal 52)
Metakognisi
"...adalah kemampuan untuk menyadari kesalahan, dengan mengambil jarak, melihat apa yang sedang Anda lakukan, lalu menyadari bahwa Anda salah melakukannya."
(Bab 2, hal 54)
Bias Konfirmasi
"Istilah ini mengacu pada kecenderungan mencari informasi yang hanya membenarkan apa yang kita percayai, menerima fakta yang hanya memperkuat penjelasan yang kita sukai, dan menolak data yang menentang sesuatu yang sudah kita terima sebagai kebenaran."
(Bab 2, hal 56)
"Tidak ada orang yang memiliki waktu atau kemampuan kognitif untuk memikirkan setiap perbedaan dan ketidakcocokan data di internet." -Caitlin Dewey at Washington Post
(Bab 4, hal 136)
"Para penggiat antivaksin akan selalu menemukan peneliti sembarangan atau 'penelitian' tak jelas untuk mendukung mereka. Inilah pengetahuan pada era digital: Anda berkelana sampai menemukan kesimpulan yang Anda tuju. Anda mengklik laman demi pembenaran, dan keliru dalam membedakan jawaban di situs web dengan kekuatan argumen." - Frank Bruni at "California, Camelot and Vaccines." New York Times daring, 4 Juli 2015
(Bab 4 Hal 142)
"sayangnya, orang yang merasa dirinya cerdas karena telah mencari di internet, sama seperti orang yang berpikir mereka perenang yang hebat hanya karena basah setelah melewati hujan badai."
(Bab 4, hal 144)
(Bab 4, hal 136)
"Para penggiat antivaksin akan selalu menemukan peneliti sembarangan atau 'penelitian' tak jelas untuk mendukung mereka. Inilah pengetahuan pada era digital: Anda berkelana sampai menemukan kesimpulan yang Anda tuju. Anda mengklik laman demi pembenaran, dan keliru dalam membedakan jawaban di situs web dengan kekuatan argumen." - Frank Bruni at "California, Camelot and Vaccines." New York Times daring, 4 Juli 2015
(Bab 4 Hal 142)
"sayangnya, orang yang merasa dirinya cerdas karena telah mencari di internet, sama seperti orang yang berpikir mereka perenang yang hebat hanya karena basah setelah melewati hujan badai."
(Bab 4, hal 144)

Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?