Datang Belum Berubah, Nama Tidak Digubah
dan karenanya,
orang-orang menyiapkan ritual dalam kelam.
meski tak ada darah mengalir
sembunyi pula rasa sakit itu
dan jika, telah tiba rasa sakit
aku hanya bisa
bersembunyi di balik nisan
tak berani menatapmu
karena air mata, adalah kelemahanku
*****
Dunianya mengalir sendiri, seperti waktu yang kita habiskan bersama.
Ia memadat, dalam ruang panjang bernama lorong kesepian. Bersemayam di sana, orang-orang terbuang, terpinggirkan, dan terusir dari pijakan kakinya sendiri.
Kadang ia menyerah, ikut bersama mereka yang berbondong-bondong terjun ke neraka.
Ia tak menyambung tali, kepadaku, kepada kita, kepada sosok-sosok bayangannya.
kemudian ia pergi begitu saja, begitu saja.
****
Untuk yang kucintai bagai diriku sendiri, di suatu pagi tepat setelah kita bertemu.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?