Bosan dengan Kebuntuan
Saat ini, saya masih tetap sibuk di UKM, mengikuti kepanitiaan yang membuka open recruitmen staf panitia tambahan. Berdasarkan agenda, masih ada beberapa bulan untuk mempersiapkan acara ini. Tapi, karena ini ajang nasional, maka tak bisa main-main. Beberapa senior yang menduduki jabatan tinggi secara struktural bahkan tak punya waktu untuk bercanda. Dan sebagai junior yang bngst, saya tetap pada karakteristik umum pemalas: tidak pernah serius dalam segala hal.
Seharusnya Rabu ini menjadi hari ketiga masuk kuliah, tapi Pak Doni, yang pada semester lalu mata kuliah Teori Antropologi Klasik, memberi pesan tidak bisa hadir di kelas. "Vin, angkatan kalian besok ikut kelas Etnografi Jatim Madura, kan?" Pak Doni bertanya pada salah satu teman kami. "Tolong bilang ke teman2 yg ikut ya kalau bsk kelasnya kosong dulu, aku belum di Malang soalnya." Screenshot pesan itu dibagikan di grup kelas, dan kami bersyukur dalam hati.
Selain dua hal itu, tidak ada yang spesial.
Oh iya, baru saja saya membeli buku secara online (lagi) untuk kesekian kalinya. Dua buku terbaru Puthut EA sudah terbit dan bisa dipesan secara online melalui Shopee. Yah, saya bukan artis atau selebgram yang di-endorse ritel online itu. Hanya saja, saya bersyukur bisa membayar lewat Indomaret. Sejak tahu belanja online bisa dibayar melalui minimarket, saya jadi keranjingan. Keinginan saya untuk beli buku semakin membuncah. Jiwa konsumeris mulai merasuk dalam diri. Dan semoga saya bisa mengendalikan diri.
Dengan kebingungan yang melanda, saya mencoba teman penulis saya, Moh. Said Abdullah, yang dalam beberapa edisi telah membantu saya memperkaya blog dengan informasi seputar dunia teknologi. Sayangnya, dia juga bingung hendak menulis tema apa. Saya mencoba memberikan beberapa update terbaru MCU, yang dengan terpaksa melepaskan Spider-Man karena permasalahan hak milik. Tapi tetap saja, dia belum bisa menulis kabar itu. Dan sebaiknya tidak perlu saya paksa.
"Nantilah," Said akhirnya berbicara pada saya. "Kalo emang ada ide tulisan, saya kasih ke blog kamu."
Saya mengiyakannya, dan terus mencari tema apa yang dapat saya tulis untuk hari ini. Hingga tulisan ini dimuat, saya hanya bisa menulis tentang keseharian saya yang kosong dan kebuntuan ide.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?