Berkeliling Kota Malang di Hari Kamis


Hari ini, saya melakukan banyak perjalanan.

Meskipun ada SEMBILAN SKS yang dijadwalkan Kamis ini, saya punya waktu dari duhur hingga ashar untuk berkeliaran di Kota Malang. Adalah kating saya, bagian sponsorship dalam kepanitian di UKM, yang mengajak saya untuk menemui satu persatu pihak yang berpeluang menjadi sponsor di acara yang akan kami adakan. Kami berangkat menjelang duhur, sembari pergi ke arah Masjid Agung Kota Malang.

Dan, ya. Pihak pertama yang kami temui adalah Ta'mir Masjid Agung.

Kami sholat duhur di sana, lalu pergi ke ruang ta'mir untuk mengajukan proposal. Kating saya yang lebih banyak berbicara, sedangkan saya hanya modal senyum dan sikap sopan yang terasa dibuat-buat. Sayangnya, dari penjelasan yang kami terima dari pihak ta'mir, tidak ada alokasi dana untuk event-event sosial meskipun itu event keagamaan. Maka pasrahlah kami, lalu pamit turun dari ruang ta'mir yang berada di lantai dua samping masjid.

Sebenarnya kami diarahkan untuk sekali lagi mengajukan proposal ke badan usaha milik masjid, yaitu air mineral. Barangkali, masih ada peluang untuk proposal kami. Tapi sayangnya, perusahaan itu sedang istirahat, dan akan buka kembali di jam satu. Kami tak mau menunggu, selagi kami masih ada janji temu dengan beberapa pihak lain.

Selanjutnya kami menuju Polres Malang. Tak lama, kami sampai di depan Polres tapi hanya berhenti di depan gerbang. Rupanya, sedang ada acara besar di sana: karpet merah dihamparkan dari gerbang masuk, dan beberapa perempuan muda berpakaian biru khas Arema sedang bersiap-siap untuk ikut meramaikan. Dari karangan-karangan bunga yang banyak berdiri, kami tahu sedang ada serah terima jabatan. Maka kami pun pergi, menuju salah satu pihak yang lokasinya teramat sangat jauh.

Namanya adalah Indofood.

Kami pergi ke kantor pemasarannya, yang beralamat di Perumahan Blimbing Indah. Waktu yang kami tempuh kira-kira setengah jam. Tapi bukan itu yang membuat perjalanan kami terasa lama: ketidaktahuan kami atas peta perumahan membuat kami sedikit berputar-putar. Untungnya, lokasi kantor pemasaran Indofood ini mudah dideteksi: ia berada di pojok perumahan. Ketika kami sampai di sana, yang terlihat hanyalah sebuah rumah lantai dua yang seperti gudang. berbagai barang bertumpuk-tumpuk. Saya dan kating sempat berdiskusi, apa mereka baru saja pindah kantor atau sejenisnya. Tapi sepertinya tidak. Barang-barang di sana berdebu.

Kami diterima oleh seorang lelaki besar. Ia berbicara dengan bahasa Endonesa khas Jakarta, yang sopan-santun ketika bertemu dengan lawan bicara berbahasa Jawa. Dari lelaki itu, kami jadi tahu kalau misalnya Indofood memang banyak menjadi sponsor dalam acara di UB. Dalam waktu dekat, mereka akan mensponsori ajang e-sport di GOR Pertamina. Proposal kami tidak ditolak, dan akan di follow-up lagi besok. Semoga kating saya tidak terlalu sibuk hingga dapat memastikan sponsor ini.

*****

Sebenarnya masih banyak hal lain yang ingin saya tulis, seperti materi kuliah yang saya catat dengan susah payah karena mengejar slide power point dosen, atau pengalaman-pengalaman lain yang sebenarnya tak kalah serunya. Tapi saya tidak punya cukup tenaga. Lagipula, tugas-tugas kuliah sudah mulai bertamabah. Ada beberapa jurnal yang harus direview dan beberapa buku wajib dibaca. Saya ingin kuliah dengan sungguh-sungguh. Meskipun, secara intelektual, isi kepala saya juga tidak terlalu bagus. Hahaha.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir