Struktural-Fungsionalisme by Amri Marzali: Sebuah Review



Kingsley Davis menyatakan bahwa struktural-fungsionalisme adalah sama dan sebangun dengan antropologi dan sosiologi. Di Inggris, berdasarkan atas kritik terhadap teori ini, para ahli antropologi telah mengembangkan teori action, sedangkan di Amerika telah berkembang antara lain teori fenomenologi dan teori simbolik. Maka muncullah teori structural-fungsionalisme yang merupakan buah pemikiran Radcliffe-Brown.

Sejarah

Pada mulanya, struktural-fungsionalisme lahir sebagai reaksi terhadap teori evolusionari sebagaimana suatu teori lahir untuk menyempurnakan atau menolak teori sebelumnya. Dalam antropologi, kelahiran teori ini adalah untuk memberikan paradigma yang berbeda dalam melihat suatu bentuk masyarakat. Pergeseran paradigma ini lazim ditemui dalam bidang apapun, mengingat bahwa setiap
  1. tujuan dari kajian-kajian struktural-fungsionalisme adalah untuk membangun suatu sistem sosial, atau struktur sosial, melalui pengajian terhadap pola hubungan yang berfungsi antara individu-individu, antara kelompok-kelompok, atau antara institusi-institusi sosial di dalam suatu masyarakat, pada suatu kurun masa tertentu.
  2. Struktural-fungsional adalah penggabungan dari dua pendekatan, yang bermula dari pendekatan fungsional Durkheim, kemudian digabungkan dengan pendekatan struktural R-B.


Pendekatan Fungsional
  1. Dipelopori oleh Durkheim
  2. Analisa fungsional berusaha menjawab pertanyaan mengapa suatu item-item social tertentu mempunyai konsekuensi tertentu terhadap operasi keseluruhan sistem sosial
  3. Konsep fungsi R-B berbeda dengan Malinowski karena ia melihat fungsi tidak bisa lepas dari konsep stuktur sehingga pemikirannya disebut sebagai fungsionalisme-struktural

Teori Radcliffe-Brown
  1. Konsep terbentuk melalui proses pengkelompokan, pengklasifikasian, penggolongan, dan generalisasi.
  2. Untuk menghubungkan konsep yang berupa ide/gagasan dengan kenyataan maka dibutuhkan suatu model
  3. Model teori structural-fungsionalisme adalah tubuh manusia yang mana setiap individu berperan diumpamakan sebagai organ tubuh. Manusia secara individu memiliki status dan perannya masing-masing dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Kedua hal itulah (status dan peran) yang menentukan posisi manusia dalam masyarakat sehingga fungsi dari setiap individu, berkaitan dengan strukturnya dalam masyarakat. Maka, dengan mengambil model tubuh manusia, R-B mampu mendeskripsikan teorinya dengan nama structural-fungsional.

Konsep Struktur Sosial

Untuk memahami konsep sosial secara keseluruhan, maka diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap tiga hal dasar, yaitu fungsi, struktur, dan proses sosial.
  1. Fungsi sosial adalah peranan atau guna dari hubungan-hubungan yang tercipta antar-individu dalam masyarakat. Hal itulah yang kemudian memengaruhi variasi bentuk struktur sosial (morfologi sosial). Dari keanekaragaman morfologi yang ada, maka peneliti dapat meneliti diferensiasi dan mengambil generalisasi.
  2. Struktur sosial meneliti hubungan-hubungan yang tercipta antar-masyarakat. Hal itu kemudian memengaruhi fisiologi sosial dengan mengembangkan tiga rumusan fungsi sosial: bagaimana kerja struktur sosial, mekanisme yang membuatnya eksis, dan bagaimana mekanisme itu bekerja. Selain melihat struktur sosial peneliti juga melihat institusi sosial yang ada dan meneliti relasinya dengan struktur sosial.
  3. Proses sosial didasari pada hubungan antar-komponen atau individu dalam masyarakat. Dengan begitu, maka dapat diteliti sejarah awal-mula terciptanya hubungan-hubungan tersebut untuk menemukan perkembangan struktur sosial yang terjadi.
Prinsip Pendekatan Ilmiah Radcliffe-Brown
  1.         R-B memandang ilmu antropologi adalah salah satu cabang ilmu alam yang meneliti objeknya (masyarakat) secara langsung sehingga antropologi dapat disebut sebagai comparative sociology.Kesamaannya dengan ilmu alam secara umum adalah dalam aspek logika dan metode ilmiahnya yang mencoba melahirkan generalisasi umum atas fenomena yang terjadi.
  2. Perbedaannya adalah dalam hal pendekatan karena ilmu alam melalui pendekatan historis yang melahirkan teori atau dekripsi khusus, sedangkan antropologi melalui pendekatan fungsional yang berteori secara umum.
Teori Malinowski
  1.         Malinowki memandang manusia, dalam model teori fungsionalisme-nya, sebagai makhluk psiko-biologis alih-alih komponen tubuh seperti R-B.Malinowski juga menekankan penelitiannya pada relasi antara fungsi atau peranan budaya dalam masyarakat, bukan peran struktur sosial seperti R-B.
  2. Konsep fungsi Malinowski menekankan pada fakta bahwa budaya adalah alat atau instrumen untuk memenuhi kebutuhan manusia
  3. Definisi Budaya Malinowski
  4. Budaya, dengan huruf besar dalam penulisannya, menurut Tylor, adalah setiap “capability” dan “habit” manusia yang diperoleh melalui proses sosialisasi dalam masyarakat. Sedangkan budaya, dengan huruf kecil, menurut pengertian R-B dan Malinowski adalah sebuah konsepsi yang melihat budaya dari sebuah masyarakat tribe sebagai sebuah keseluruhan yang terintegrasi
  5. Penekanan pada urgensi kajian fungsi, atau guna, dari unsur-unsur suatu budaya terhadap budaya masyarakat tersebut secara keseluruhan.
  6. Budaya adalah warisan sosiologis, bukan biologis sehingga merupakan bentuk dari adaptasi terhadap lingkungan, bukan warisan genetis.
  7. Sesuai dengan fakta bahwa kebudayaan adalah alat untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun lanjutan maka dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah hal imperatif.

Institusi
  1.         Institusi, menurut Malinowski, terdiri atas sekelompok manusia yang terikat kepada satu lingkungan alam tertentu, yang memproduksi dan menggunakan jenis peralatan materi tertentu, mempunyai pengetahuan tertentu dalam menggunakan dan menggarap lingkungan dengan peralatan di atas, mempunyai bahasa yang khas yang membolehkan mereka menjalin kerjasama, mempunyai aturan hukum yang mengatur perilaku mereka, dan memiliki kepercayaan dan nilai-nilai tertentu.Institusi sebagaimana pengertian di atas, terdiri dari: personnel, material culture, knowledge, rules, beliefs, and charter.
  2. Aspek fungsional dalam sturuktur suatu masyarakat menentukan kegiatan yang dikerjakan oleh kelompok-kelompok tertentu yang kemudian disebut institusi itu.
  3. Pembahasan terhadap aspek fungsi dari budaya dan pembahasan terhadap institusi harus dilakukan secara simultan kalau kita ingin memahami suatu budaya secara lengkap.
Pandangan Evans-Pritchard

Struktur sosial bukanlah jaringan hubungan yang terdiri atas person, tetapi terdiri atas kelompok sosial yang mempunyai sifat lebih tahan lama (constant) dan tersendiri (discrete). Bagi E-P salah satu ciri-ciri penting dari struktur sosial adalah kelanggengan hidupnya (endurance)

Kesimpulan

Struktur sosial adalah keseluruhan dari gabungan komponen-komponen yang telah lama terhubung dan terpola. Fungsionalisme a la R-B melihat bahwa masyarakat adalah suatu tubuh yang mana setiap organ (manusia) saling berhubungan sesuai dengan fungsi dan perannya. Oleh karena itu, suatu masyarakat diteliti melalui strukturnya yang beragam. Komparasi dengan dasar fungsionalisme Malinowski dan pemikiran Evans-Pritchard yang cukup modern adalah keputusa tepat. Sayangnya poin tentang metode eksplanasi antropologi sosial yang cukup penting malah terlewat sehingga menimbulkan miskonsepsi. Begitu pula dengan konsep budaya yang hanya berhenti pada abstraksi tingkat pertama. Kelengkapan penulisan sangat dibutuhkan untuk pengembangan kualitas kepustakaan antropologi, terutama yang berkaitan dengan teori antropologi klasik.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir