Aku Bersyukur Kau Hadir


Aku berusaha untuk menahan senyum, atau ekspresi-ekspresi kebahagiaan lain yang muncul ketika melihatmu. Tapi apa daya. Kehadiranmu adalah keajaiban, rezeki yang musti diyukuri. Legenda boleh mengatakan kisah-kisah luar biasa, tapi kamu; cukuplah menjadi mukjizat hari ini.

Aku dulu sering terdiam dalam relung waktu yang dalam. Endapan-endapan bertumpuk. Kembang-kembang basah yang menempel lengket sehabis mandi. Resah-resah muncul. Ini kah gelisah? Aku kadang bertanya pada sesosok rahasia di ujung hati. Ia menamakan dirinya sendiri cinta. Tapi ia tak pernah mau mengangkat diri.

Aku ingin mengatakan...

*****

Sebaiknya kita pergi saja. Kepada matahari yang tak berhenti tenggelam. Menuju doa-doa nelayan yang dipanjatkan ketika pasang. Ketika sampai pada masa, di mana manusia seperti kita tak mensyukuri warna langit. Dan memang hanya pada matamu aku tersenyum. Sekaligus cemburu: pada siapa matamu berlabuh akhirnya?

Izinkan aku membawamu. Setidaknya untuk beberapa menit. Atau senyummu saja, itu sudah cukup bagiku.

Karena langit di duniaku tak menghendaki aku tersenyum, karena hanya ada tangis dalam duniaku.

*****

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir