Then Came You (2019) - Memaknai Kematian dan Menghargai Kehidupan


Lagi-lagi, saya menonton film bertema kematian.

Setelah sebelumnya menulis tentang Prof. Richard yang mengidap kanker paru-paru dan menjalani sisa kehidupannya yang kacau, kali ini saya berhadapan dengan Skye Aitken (Maisie Williams). Gadis muda asal Inggris yang juga divonis menderita kanker. Tidak seperti Richard yang kaget dan frustasi, Skye mengambil sikap yang lebih santai: ia gadis tomboy yang terlihat tidak peduli. Ia berusaha menjalani hari-hari terakhirnya dengan lebih menyenangkan. Daftar hal yang ingin ia lakukan berbeda dengan pasien kanker pada umumnya. Dan untuk melakukan semua daftarnya, ia ditakdirkan bertemu dengan petugas bagasi muda bernama Calvin Lewis (Asa Butterfield)

Calvin sendiri adalah pemuda yang putus kuliah. Ia cuti dari kuliahnya untuk berobat karena ia menyangka dirinya terkena kanker sehingga ikut sharing group. Tak disangka, hasil tesnya negatif. Calvin tak percaya dokternya menyebutnya hypochondriac. Ia hanya terlalu takut dan mudah panik. Dalam suatu kesempatan, ia bertemu Skye. Dan di sanalah kebersamaan mereka dimulai.

Cerita

Kisah yang dihadirkan film ini sebenarnya umum dan tak jarang ditemui. Hanya saja, setiap orang musti ingin tahu, bagaimana seorang pengidap kanker menjalani kehidupannya hingga ajalnya menjemput. Hal itu pula yang menjadi premis film ini. Skye menjalankan semua keinginannya dibantu oleh Calvin, sampai-sampai ditangkap polisi dan didukung pula. Skye masuk penjara, menyuruh petugas patroli untuk meminta nomor lelaki yang disukainya, mencoba lie detector, dan dibiarkan bebas dari pelanggaran. Skye menolak untuk sedih dan mengurung diri, alih-alih ia lebih memilih mendapatkan pekerjaan dan dipecat dari pekerjaan itu pula. Bersama Calvin, ia menunaikan semua keinginan pribadinya.


Dinamika hubungan keduanya sempat hancur: Calvin putus dari Izzy (Nina Dobrev), pramugari yang umurnya lebih tua tiga tahun darinya. Alasannya, Izzy baru tahu kalau Calvin tak mengidap kanker. Sedangkan hal itu hanyalah miskomunikasi. Hancurnya hubungan itu tak berlangsung lama: Calvin mengunjungi Skye dan di sana mereka berbaikan.

Tak lama kemudian, Skye drop. Calvin sadar kematian sahabatnya semakin dekat. Maka dia pun membantu Skye menjalankan daftar keinginannya yang terbaru: ia sadar selama ini ia tak melakukan hal yang berarti. Di titik itu pula Calvin mulai belajar tentang nilai kehidupan. Ia takut kehilangan sahabatnya. Dan ia berusaha agar kematian sahabatnya menjadi layak.

Bintang Tiga

Tidak ada akting yang buruk. Kualitas peran yang ditampilkan dalam film ini cukup memukau, meskipun cerita yang dhadirkan tidak membuat mereka memaksimalkan potensi akting. Tidak ada plot yang dipaksakan. Alur cerita juga berjalan lancar dan pas. Tidak terlalu buruk untuk sebuah film drama komedi. Dengan kesederhanaan ceritanya, tiga dari lima bintang cukup untuk mewakili kualitas film ini.

Skye mengajarkan kita untuk berjuang menjalani kehidupan, meskipun pada akhirnya kita telah tahu akan datangnya akhir yang buruk. Calvin menerjemahkan perjuangan itu dengan balasan yang setimpal. Ia tidak berharap membuat Skye bahagia: ia hanya ingin berada di dekatnya dan hal itu sudah cukup baginya.

Oleh karena itulah, Skye sudah sangat siap menghadapi kematian: ia akan selalu ditemani sahabatnya.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir