Review Makalah 'Just Like Family'





Judul Artikel
Just Like Family: Fictive Kin Relationships in the Netherlands
Jurnal
Journals of Gerontology, Series B: Psychological Sciences and Social Sciences, 68(5), 816–824
Tahun
1980
Penulis
Marieke Voorpostel
Reviewer
Fariduddin Aththar (185110800111020)
Terbit
20 Mei 2013

Review

Relasi kekerabatan fiktif biasanya terjadi secara mendalam disebabkan adanya beberapa faktor-faktor kesamaan dalam suatu lingkup geografis tertentu. Hal ini kemudian perlu diteliti lebih lanjut karena kekerabatan fiktif membutuhkan tanggung jawab dan komitmen antara dua individu atau lebih yang terikat pada sistem struktur sosial.

Tidak semua hubungan non-kerabat dapat juga dianggap sebagai keluarga. Ada beberapa aturan dan syarat-syarat tertentu yang mesti dipenuhi dalam relasi tersebut hingga mencapai tahap yang lebih dalam.  Salah satu yang memengaruhi adalah hilangnya relasi kekerabatan yang primer seperti keluarga, baik dekat maupun jauh. Urgensi hubungan kekerabatan sendiri berubah selama kehidupan, dan hal itu terjadi di seluruh kebudayaan duani dengan berbagai diferensiasi. Dalam usia menengah, hubungan horizontal seperti saudara dapat memengaruhi sisi emosional seseorang yang kemudian membuatnya membentuk keluraga fiktif.

Hal ini biasa terjadi pada keluarga yang bercerai dengan dampak terbesar mengarah pada anak. Putusnya relasi antara anak dengan salah satu orang tua maupun saudara dengan saudara lainnya menjadi kompleks. Hal itu dikarenakan anak-anak maupun orang dewaasa memiliki persepsi yang berbeda terkait relasi terhadap mantan kerabat.

Beberapa indicator lain yang berpengaruh terhadap terwujudnya keluarga fiktif adalah gender, yang mana perempuan lebih berpotensi daripada pria. Faktor ekonomi juga berpengaruh dalam hal ini terutama terhadap masyarakat dengan ekonomi rendah. Karena dalam beberapa kasus, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, tingginya angka perceraian juga disebabkan oleh faktor finansial.
Hasil

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada kerabat fiktif yang dimulai dari kedekatan emosional. Hal ini sesuai dengan teori selektivitas sosioemosional yang mana manusia akan meningkatkan relasi emosional secara horizontal seiring bertambahnya usia.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir