Review Javanese Trah
![]() |
| Javanese Trah: Kin-Based Social Organization by Sjafri Sairin |
Judul
|
Javanese
Trah: A Preliminary Description of A Type of Javanese Social Organization
|
Penerbit
|
Australian
National University
|
Tahun
|
1980
|
Penulis
|
Sjafri
Sairin
|
Reviewer
|
Fariduddin
Aththar (185110800111020)
|
Tanggal
|
19
Maret 2019
|
Review (Bab III)
Trah
dalam bahasa jawa berarti silsilah atau keturunan. Kata ini tidak berasal dari
bahasa Jawa Kuno, melainkan suatu perkembangan dari kata ‘truh’. Istilah trah memiliki makna persatuan keluarga
secara turun-temurun dari beberapa generasi. Hanya saja, istilah ini hanya
popular di kalangan lingkungan Keraton Jogja maupun Kasunanan Surakarta, tidak popular
di tempat lain. Kebanyakan orang Indonesia menggunakan kata Keluarga atau Bani bagi keluarga muslim yang
dipengaruhi kebudayaan Arab. Tujuan utama dari pembentukan trah adalah penjaga
tradisi, pewaris harta kekayaan, dan penerus kekuasaan. Tidak semua orang dapat
membentuk trahnya sendiri, melainkan haruslah memiliki modal harta untuk
mengumpulkan sanak saudara yang sudah terlanjur menyebar ke berbagai tempat.
Dengan modal finansial yang mencukupi, maka seseorang atau suatu keluarga dapat
membentuk trahnya sendiri. Kemudian, peneru keturunan dapat melestarikan apa
yang perlu dijaga dalam keluarga, antara harta, tradisi, ataupun kekuasaan.
Hubungan
keluarga dalam trah tidak selalu berupa ketrurunan, dalam arti, ada pula
hubungan sosial dengan saudara angkat atau anak angkat. Tetapi hal semacam itu
amatlah jarang dan hanya dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang amat
sulit dengan persetujuan kepala keluarga utama. Syarat-syarat itu bisa berupa
pembuktian dalam loyalitas, kesetiaan, maupun kecukupan harta dan kemampuan.
Saat
ini, hanya beberapa trah yang tersisa dalam masyarakat tradisional Jawa.
Struktur sosial semacam ini bisa saja terhapus dari kultur masyarakat melihat
kondisi globalisasi yang mementingkan individualisme meningkat. Oleh karena
itu, diperlukan pencatatan secara lebih mendalam terkait sistem trah dalam
masyarakat Jawa.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?