Lebaran 1440 H: PERMOHONAN MAAF
Saya menulis ini dalam keadaan sakit. Ya, ini hari keempat di bulan Syawal, yang artinya sudah tiga hari setelah lebaran. Penyakit yang saya derita, tidak jelas. Ia gabungan antara sakit perut dan lemas punggung. Tidak ada vonis bahkan setelah dua kali berkonsultasi ke dua dokter berbeda: satu dokter di RSUD Lumajang dr. Haryoto, dan satu lagi di RKZ. Sebenarnya, saya bersyukur masih bisa menjalani hari-hari lebaran ini. Meskipun tampaknya lebaran kali ini adalah lebaran terburuk selama ini: saya tidak terlalu menikmati waktu, tidak ikut keliling rumah saudara -baik di Lumajang maupun Mojokerto, serta agenda lebaran keluarga yang rusak akibat penyakit tidak jelas ini. Yah, mungkin ini sebagian kecil cobaan agar saya semakin beriman. Saya yakin begitu.
Toh, saya bukan tipe muslim yang menuding 'azab' terhadap musibah yang menimpa orang lain.
Saya tidak ingin curhat terkait penyakit saya. Karena ini momen lebaran, dan sebagaimana logika orang Endonesa pada umumnya -bahwa selama bulan Syawal kita masih boleh merayakan Idul Fitri dan saling memaafkan satu sama lain, maka dalam kesempatan ini saya akan MEMOHON MAAF.
Yah, tentu saja permohonan maaf terbesar saya selama ini, saya haturkan kepada dua kelompok sampah terbesar di Endonesa, yaitu cebong dan kampret. Duo sampah yang tidak bisa diurai setelah sampah plastik dan akan terus bertahan hingga ratusan tahun. Duo Ya'juj dan Ma;juj modern yang akan terus membuat sampah di sosial media. Yang satu menggunakan taktik penguasa dan yang satunya menggunakan dalil agama. Satu pihak membenci 'Arab, pihak lain membenci Cina.
Betapa hebat, bukan?
Yah, saya atas nama Fariduddin Aththar AM, memohon maaf kepada kedua belah pihak yang selama ini ber-'Perang Salib' selama lima tahun. Semoga pemilu kemarin menjadi ajang perkelahian terakhir mereka berdua. Meskipun saya sendiri tidak yakin, karena masih ada 'akar rumput' yang menolak.
Ya, semoga ke depannya, bangsa kita baik-baik saja.
Selamat berlibur. Jangan lupa kembali ke kampus untuk yang belum UAS. Hehe.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?