Beringin
Tidakkah kau pikir, kota ini terlalu dingin untukmu? Seolah-olah membunuh perlahan, dengan sayatan-sayatan pagi di kulit. Sembari teriak: Ini! Ini! Kukorbankan darahku!
Yah, setidaknya aku berhasil membujuk waktu agar tidak berhenti membeku, lalu aku menemukanmu. Kemudian hari, kemudian waktu.
*****
Siang hari aku menemukan air dingin mengalir. Kamar mandi dengan sekat-sekat yang sepi. Tetembokan berjaring, laba-laba merayap di atas sabun. Kuperas botol shampo yang ringan. Ah, nasib baik masih tersisa air. Dan aku memandikan dosa dari tubuhku.
Angin yang tersisa mengeringkan tubuhku. Aku berharap kesepian ini berlanjut: menjadi semacam serial dari suatu kisah seorang pembunuh yang menolak berhenti. Dan kamar-kamar yang menolak terbuka dengan paksa, nyamuk-nyamuk terkurung dalam momentum.
Sama seperti orang-orang lain, aku berharap seseorang menghubungiku melalui Samsung kecil yang kubawa. Dengan sebuah pekerjaan yang mengharuskanku mengelilingi penjuru kota. Dan bercangkir-cangkir kopi yang lain
*****
Aku terjatuh ketika memasuki kamar. Tetiba rasa kram menjalari kaki kananku. Kupasrahkan pandangan pada langit-langit, dan noda-noda yang terpapar sinar matahari. Dengan sisa tenaga kutarik kaki kursi, agar tubuhku bergerak. Dan akhirnya kudapatkan posisi yang lebih bagus. Bersandar pada kasur dan kepasrahan yang lain.
Entah hari apa, aku mencoba mengingat-ingat. Suara-suara bergema di lain jendela. Ah, kurasa aku harus keluar kamar pagi ini. Tapi duhur sudah dekat. Kuurungkan niatku dan kupijat lagi otot-otot lemasku.
Kukira aku ini yang lain. Dari waktu yang sama. Dari tempat berbeda. Perasan masa lalu mengingatkanku pada pertemuan kita yang sederhana: kau menyapa dan aku membalasnya. Lelehan bening yang mengubah lelaku. Kutipan demi kutipan kujual pada waktu.
Ya. Aku selalu mengingatmu
Untuk 'Beringin' 23-Juni-2019
*****
Kukira aku menghentikanmu di situ. Dengan warna-warna angin menyatu. Dan kelam malam sampai pada suatu celah yang tiada. Kau hempas lebam nadimu mencapai waktu. Di saat orang-orang bertanya di mana malam. Kita mencapai pada atap-atap impian. Lebih mudah kiranya, lebih mudah bagimu. Dan sesuatu yang kubilang belum tentu.


Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?