Berharap

Sepertinya kita sepakat dalam nama-nama abstrak.

Hei, kau menyetujui itu, sebagaimana orang-orang menyebut rumput, rumput. Menyebut langit, langit. Merasakan api, dan api. Kemudian kita sama-sama jatuh dalam pelukan yang sama: mengerikan dan dingin.

Aroma kopi hangat mengelilingi kita, menerbangkan romansa. Seperti kupu-kupu yang basah sayapnya, oleh darah. Seperti lelaki yang menemanimu dalam hari-hari penuh luka, dan mati tanpa sengaja.

Kita tertawa pada takdir. Yang kejam, yang labil.

Kita memohon pada Tuhan. Yang agung, yang agung.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir