Review Nong Nae Revisited: Continuity and Change in a Post-frontier Community


Judul
Nong Nae Revisited: Continuity and Change in a Post-frontier Community
Judul Buku
Revisiting Rural Places: Pathways to Poverty and Prosperity in Southeast Asia
Tahun
2012
Penulis
Philip Hirsch
Penerbit
NUS Press
Reviewer
Fariduddin Aththar (185110800111020)
Tanggal Review
15 April 2019

Pendahuluan
Perubahan adalah nafas kehidupan. Ia mengalir dalam nadi masyarakat, dan menjadi sesuatu yang terus terjadi, disadari maupun tidak. Dalam prosesnya, setiap masyarakat memiliki cara dan tahapan yang berbeda-beda. Begitu pula yang terjadi pada masyarakat Nong Nae di Tahiland ini. Kehidupan sederhana mereka berubah menjadi kompleks sejak masuknya arus globalisasi.
Pembahasan
Salah satu faktor utama dalam perubahan sosial di Nong Nae –sebagaimana juga terjadi dalam wilayah lainnya- adalah akses pendidikan. Pemuda-pemuda yang terpelajar kemudian mengadu nasib dengan merantau ke Ibukota demi penghasilan dan pendapatan yang lebih baik. Dengan membaiknya ekonomi masyarakat, maka akses globalisasi pun semakin mengalir. Hal itu ditandai dengan beralihnya mata pencaharian masyarakat dari agraris ke industry. Perbaikan dibangun dalam segala bidang: infrastruktur, pertanahan, dan distribusi pemerintahan. Nong Nae, yang semula merupakan wilayah agraris sederhana, dalam kurun waktu 20  tahun mampu mengubah wajah wilayahnya menjadi semakin modern
Kesimpulan
Nong Nae adalah sedikit contoh dari sekian banyak wilayah perbatasan di dunia –jauh dari peradaban dan modernitas Ibukota- yang mampu bertahan dalam gempuran globalisasi. Impian dan keinginan untuk setara dan semaju kehidupan kota akan selalu ada dalam benak masyarakat desa. Tapi hal itu menyurutkan  kultur dan kearifan local yang tertanam dalam jiwa budaya mereka.

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir