Bagaimana Keberanian dan Kesatriaan Bumblebee Diuji di Filmnya Sendiri




Menceritakan awal mula bagaimana autobots datang pertama kali ke bumi yang diketuai oleh Optimus Prime. Sayangnya, Optimus Prime belum bisa pergi lebih dulu sehingga ia harus memberikan komando kepada B-127 (nama asli Bumblebee) untuk pergi ke bumi dan mendirikan markas rahasia. Di sana, perintah utama Optimus kepada B-127 adalah untuk membangun markas rahasia demi menghindari kejaran Decepticons. Tetapi ketika B-127 baru saja turun ke bumi, ia sudah harus bertemu dengan salah satu decepticon berbentuk pesawat tempur. Dengan segala kekuatan ia bertarung hingga pita suaranya putus dan tak bisa berbicara secara normal. Selain itu, entah bagaimana caranya, ia juga kehilangan ingatan sebagai seorang prajurit autobots.

Di sisi lain, seorang gadis remaja bernama Charlie Watson harus dapat menghadapi masa pubernya. Banyak harapan yang ia inginkan tetapi tak dapat terjadi sesuai dengan yang ia harapkan. Banyak hal yang memengaruhi masa labilnya, terutama traumanya ditinggal oleh seorang ayah yang sangat ia sayangi. Tapi hal itu menimbulkan efek lain: ia tidak menyukai keluarga barunya. Ibunya mendapat suami baru yang merupakan duda beranak satu tanpa kejelasan karir. Dan Charlie memanggil ayah barunya dengan nama panggilan ‘Ron’ saja (atau memang seperti ini budaya barbar Amerika?). Di puncak frustasi (dan kelabilan) nya, Charlie meminta hadiah ulang tahun berupa uang tunai agar ia dapat membeli mobil murah. Sayang, ia tak mendapatkan itu. Hadiah ulang tahun dari ibunya adalah helm yang seolah menyuruh ia untuk terus menggunakan motor dan buku motivasi dari Ron agar ia selalu tersenyum, seolah ia adalah anak apatis yang tidak berguna.

Karena tidak mendapatkan hadiah yang ia harapkan di ulang tahunnya, Charlie pun bergegas pergi ke bengkel showroom mobil bekas untuk meminta sebuah beetle kuning. Ia mengajukan syarat berbagai macam: bekerja seumur hidup dan lain sebagainya. Tapi pemilik bengkel yang bernama Uncle Hank menolaknya. Ia menolak memperkerjakan pegawai baru dan menyuruh Charlie untuk mengambil beetle kuning itu secara gratis. Charlie pun kegirangan dan mengambil semua alat reparasi untuk menyalakan mobil itu. Dan akhirnya, ia berhasil menyalakan kembali mobil itu dan membawa pulang sebuah mobil sesuai harapan di hari ulang tahunnya yang kedelapan belas.

*****

Untuk menghormati, sebuah karya bagus seperti Bumblebee, ada baiknya bagi anda untuk menonton sendiri film itu. Saya sendiri sebagai penulis siap menulis ulang cerita dari awal hingga akhir. Sayangnya, menurut saya alangkah bijaknya jika anda mengapresiasi film itu dengan menontonnya, tidak membaca ceritanya. Karena film adalah media audio-visual. Tak pantas rasanya jika harus diubah formatnya ke visual-teks. Lagipula, saya berniat untuk mereview film itu, dan sebagai pembuka, cukuplah tiga paragraf  awal untuk menuliskan awal mula kisah Bumblebee
Ada beberapa poin penting yang sebenarnya hendak diceritakan melalui film ini. Mungkin dapat kita pahami secara  mudah jika diurutkan dalam beberapa poin:
  1. Bagaimana Bumblebee mendapatkan nama barunya dan mengapa ia tidak dapat berbicara secara normal seperti transformer lainnya. Hal ini menurut saya diceritakan secara bagus dan sukses, meskipun tidak terlalu ‘waw’. Ia kehilangan pita suaranya dalam pertempuran awal sehingga ia bersuara seperti tawon. Oleh karena itulah ia diberi nama Bumblebee oleh Charlie.
  2. Bagaimana awal mula kedatangan transformer di bumi dan mengapa mereka memilih bumi. Menurut optimus prime, bumi adalah sebuah planet yang cukup tersembunyi. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan di kepala saya: Emangnya gak ada planet lain apa? Terus kenapa ke plannet yang berpenghuni? Kenapa gak ke planet yang sepi aja? Lagian alasan aja si Optimus ini. Bilang aja kalo emang sembunyi di planet yang berpenghuni tuh lebih gampang. Masih sok bijak lagi nyuruh Bumblebee buat melindungi planet. Heh, Optimus, saya kasih tahu ya: kalo pengin ngelindungi bumi ya jangan bawa perang ke sini, tolol! Ini robot rada goblok emang.
  3. Keberanian dan sifat ksatria Bumblebee diuji. Di film-film transformer sebelumnya, kita selalu melihat bagaimana hebatnya Optimus Prime. Atau kalau mau sedikit jeli, kehebatan Bumblebee juga kadang muncul. Hal ini karena Optimus Prime adalah ketua autobots, ia haruslah tampil kuat dan perkasa. Dan sebagai bumbu cerita, dibuatlah tokoh seperti Bumblebee: wakil sang kesatria yang bisu dan bersikap kekanakan. Tapi jangan salah. Walau seperti itu, ia adalah robot yang tangguh. Hal itu dibuktikannya dengan melawan dua decepticon yang lebih kuat dan beberapa semut bernama ‘militer’. Hingga akhirnya ia berhasil menggagalkan rencana decepticon untuk memanggil kawanan lain ke bumi.


Pada dasarnya, tiga hal itulah yang menjadi premis utama munculnya film ini. Sayang, ada beberapa kekurangan (dan beberapa hal ganjil lainnya) yang terdapat dalam film ini.
  1. Penokohan yang kurang matang. Hal itu dibuktikan dengan memunculkan banyak tokoh tetapi tidak memaksimalkan peran mereka dalam interaksi dengan tokoh utama, Bumblebee dan Charlie. Dan dalam film ini, tokoh seperti itu banyak, seperti Bos Militer yang menjadi atasan dari Agen Burns dan Dr. Powell, anak ganteng bernama Trip Summers yang sepertinya cocok menjadi pihak antagonis dan bernasib akhir tragis, dan keluarga Watson itu sendiri. Ya, mungkin, mereka muncul di menit-menit terakhir, tapi itu tak merubah banyak alur cerita dan memperkuat penokohan mereka.
  2. Kematian ayah Charlie yang kurang jelas. Diceritakan sendiri oleh Cahrlie (dan ia sambil menangis) bahwa ayahnya meninggal karena serangan jantung. Tapi mengapa ia takut menyelam lalu traumanya mengingatkan pada ayahnya? Bukannya ini berarti hobi dan bakatnya menyelam itu ada hubungan dengan kematian ayahnya? Hal ini memberikan pertanyaan besar. Lagipula, ibunya juga tidak terlalu memikirkan kematian ayahnya karena sudah move-on. Atau emang gak sayang?
  3. Patah tulang tangan kiri memo di akhir film. Itu kenapa dah? Kok dateng-dateng dia udah pake gips gitu? Padahal waktu dateng pake motor dengan wajah tanpa dosa itu dia biasa-biasa aja tuh. Oh ternyata, setelah ditonton ulang, dia kelempar jauh akibat ledakan. Di situlah ia salah jatuh dan tangan kirinya patah. Tapi memang kurang jelas sih.
Selain kekurangan, adal pula beberapa kelebihan yang kita dapat dari film ini, antara lain:
  1. Artis bernama besar: Hailee Steinfeld. Sadar bahwa ide untuk memfilmkan tokoh sampingan yang lumayan bagus perannya seperti Bumblebee butuh banyak stimulan, dipasanglah Hailee Steinfeld sebagai tokoh utama. Begitu juga dengan John Cena, pegulat yang mulai sukses di dunia akting. Apalagi ini film prekuel, yang mana nanti penonton akan tahu bagaimana akhir ceritanya. Oleh karena itulah, peran dua artis besar dibutuhkan untuk meningkatkan daya jual film ini.
  2. Serial Transformers untuk Live-Action sudah habis. Setelah tamat di The Last Knight, cerita Transformer sebenarnya udah abis. Tapi, Hasbro, sebagai produsernya pengin Transformers terus dilanjutin. Makanya mereka bikin nih film, terus mau bikin Hasbro Universe kayak MCU, dan di Wikipedia, mereka masih punya proyek yang dikasi nama Untitled Transformers film. Artinya, kita gak bakal berhenti nonton Transformers nanti. Ya, semoga aja ada kisah baru dan lebih segar dari karya mereka.

Yah… mungkin cukup seginilah review saya terhadap film ini. Secara umum, film ini bagus kok. Tapi gak recommendeath aja sih. Cukuplah orang yang pengin kenal Bumblebee secara lebih mendalam yang nonton.  

Komentar

Paling Banyak Dibaca Sepekan Terakhir