Manusia dan Kemampuannya Berbicara
![]() |
Volodymyr Hryshchenko on Unsplash |
Gagasan paling menarik dari kemampuan manusia untuk berbicara adalah manusia mampu melakukannya tanpa henti. Pembicaraan dapat berlangsung terus-menerus tanpa jeda dan akhirnya memasuki masa jeda ketika manusia dalam keadaan tidak sadar: tidur, pingsan, atau bahkan mati. Berbicara adalah bentuk yang paling maju dari segala sistem komunikasi dan manusia mengembangkannya dalam berbagai bentuk yang ia inginkan.
Richard Leakey dan Yuval Harari sama-sama setuju bahwa kemampuan manusia ini diperoleh secara bertahap, dan salah satu tahap yang lebih maju dari spesies lain adalah “bergosip”: bahwa sapiens suka banyak bicara, membicarakan apa saja, dan bahkan ketika objek yang dibicarakan tidak ada di depan matanya. Gosip itu kemudian meningkatkan kemampuan otak dan lisan, menjadikan manusia semakin lancar ketika berkomunikasi.
Secara personal, manusia memang tidak berhenti berbicara: ia berbicara kepada orang lain, kepada orang banyak, dan bahkan kepada diri sendiri. Kita mengenal banyak sekali kosa kata untuk menunjukkan macam-macam bentuk bicara: berbisik, berteriak, menyela, berpidato, berceramah, mengomel, menasehati, mengkritik, menyarankan, membentak, dan lain sebagainya. Setiap bentuk pembicaraan mengandung makna dan arti masing-masing, dan digunakan dalam berbagai macam situasi sesuai kebutuhan.
Tampaknya, berbicara adalah kemampuan dasar manusia yang paling membedakan dirinya dengan spesies lain. Ketika spesies lain hanya bisa mengirim sinyal berupa suara-suara dalam jangkauan tertentu, manusia sudah menyiapkan berbagai macam peralatan untuk mendukung komunikasinya. Tak perlu lagi saya tulis di sini apa saja bentuk alat komunikasi itu, karena kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa kemampuan ini sangat istimewa, dan kita berutang pada leluhur kita yang telah mengembangkannya.

Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?