Parasite Eve: lagu pembuka yang terasa biasa saja
Saya merasa punya hutang besar ketika tidak membahas lagu satu ini.
Kenapa? Karena nyatanya, Parasite Eve yang dirilis 25 Juni lalu ini cukup dikagumi. Ia sempat menempati urutan ke-10 di tangga lagu seluruh Inggris. Di Amerika, ia kalah dari Antisocialist dari album Asking Alexandria terbaru, Like a House on Fire yang rilis duluan pada bulan Maret. Well, setidaknya mereka sama-sama dari Inggris. Beberapa penggemar di seluruh dunia cukup kecewa ia tidak menuju daftar teratas. Tapi itu terserah Amerika. Setidaknya PE sudah masuk sepuluh besar.
Dan mengapa saya menyebutnya biasa-biasa saja? Well, ekspektasi penggemar yang begitu tinggi melihat proses kreatif mereka selama dua bulan membuat PE terlihat monoton. BMTH memang memiliki genre tersendiri, hal itu memang diakui. Ia membuat banyak kolaborasi dan lagu-lagunya di luar kewajaran. Namun itu berhenti manakala ia hanya "melanjutkan", hanya dengan sedikit pembaruan. Komposisi yang ia bawakan terdengar sama seperti MANTRA!
No no no... PE lebih terasa seperti Ludens, dengan visual a la in the dark. Korespondensi para penggemar di situs Genius malah menyebutkan adanya dua lirik yang diulang: satu dari It Never Ends dan satu lagi dari why you gotta kick me when i'm down. Ya, lagu yang saya sukai hingga saya jadikan latar musik untuk video perkenalan pengurus UKM. Tapi a la saya sendiri. Namun, saya tidak ingin berlarut-larut dalam kritik. Saya ingin memuji sedikit bagaimana lagu ini telah lama ditunggu, dan akan menjadi pembuka untuk proyek terbaru mereka...
album
Post Human.
Ya. BMTH mengira kita sudah memasuki masa kiamat. Pandemi yang menyerang dunia dan menewaskan jutaan orang akibat keserakahan manusia terhadap alam diikuti dengan abainya pemerintah global terhadap perencanaan kesehatan. Virus ini adalah salah satu gejalanya. Oleh karena itu, manusia memasuki masa awal lagi. Dimana manusia menjadi adam, dan alam adalah hawanya. Manusia sudah dilarang berlebihan, dan hasilnya adalah virus.
Parasite Eve bukanlah parasit yang datang di malam hari, namun ular berbisa yang menggoda hawa untuk memakan buah khuldi. Keserakahan itu berujung petaka. Adam dan Hawa turun ke bumi untuk menciptakan koloni. Kini, koloni itu perlu diperbaharui.
apa yang menarik dari lagu ini? Ya. Orang-orang akan menyebut bersin Oliver di verse pertama. Ia hanya menyebut bersin sebagai gejala umum pasien Covid-19, namun ia sendiri juga ikut bersin sambil bernyanyi. Selain itu, adalah intro lagu ini.
Kalau tidak mengecek situs Genius, mungkin saya tidak tahu bahwa intro lagu ini adalah sebuah lagu lain dari Bulgaria. Dibawakan oleh The Bulgarian State Radio & Television Female Vocal Choir, lagu itu berjudul Ergen Deda. Sebuah lagu tradisional Bulgeria yang dirilis dalam album Le Myteres des Voix Bulgares (1975). Oliver mendengarnya sejak dahulu, kemudian menyatukannya dalam komposisi PE. Hasilnya cukup bagus, membawa nuansa seram di awal. Dan tentu saja ini menarik.
anyway, kita tunggu aja bagaimana album Post Human bakal menggebrak di tahun ini, atau tahun depan. Saya agak tidak suka dengan judul albumnya, yang mungkin saja akan menjadi judul salah satu lagu yang sudah dipersiapkan sejak lama, namun tidak dirilis lebih dulu. Sebagaimana amo dalam album amo (2019) yang tidak terlalu menghentak, tapi terasa hanya melengkapi puing kecil saja, saya tidak berharap Post Human seperti itu. Tetap semangat Oli! Jordan dan kawan-kawan. Jangan mati dahulu.

Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?