Rabu, Rabu Kemarin


"Terus ngapain kamu masih di kampus, bangsaaaaat."

Aku tertawa mendengarnya. Setiap kali anak itu misuh, aku selalu tertawa. Soalnya, dia lucu: tidak pandai berbicara, tidak cakap ber-public speaking, namun kalau urusan mengumpat, ia jagonya. Dan sore ini, ia mengumpatiku beberapa kali setelah aku memberitahunya bahwa jadwal kelas sore dipindahkan.

"Tapi kan emang ada kesibukan di kampus."

"Halah." ia terdengar tidak peduli. "Palingan kamu cuma gak mau balik cepet dan pengen lama-lama di kampus. Karena ada anak itu, kan? Iya, kan?"

Dalam hati aku mengiyakan. Tapi, dalam percakapan kami melalui telepon WA sore itu, aku mengubah topik, menanyakannya tentang proyek baru yang datang lagi. Tapi lagi-lagi, ia menutup telepon lebih dulu. "Nanti kita bicara lagi." Sebagai lelaki pengangguran, aku mengiyakan. Menghadapi wanita super sibuk sepertinya, aku tidak bisa berbuat apa-apa.

*****

Tadi pagi, adalah pemberian materi pertama dari Mas Manggala. Beliau memberikan penjelasan dasar tentang makna kata 'pembangunan' yang menjadi mata kuliah kami semester ini. Penjabaran awal tentang asal mula kata dan konsep pembangunan muncul tidak membuat kami merasa cukup. Kami terus bertanya tentang bagaimana bermacam konspirasi ideologi membantu konsep pembangunan mengglobal. Dalam kelas kali ini, muncul banyak sekali pertanyaan.

Satu hal yang kemudian membuat saya banyak bertanya-tanya dalam hati, adalah bagaimana kata 'development' juga digunakan dalam dunia eksakta, yaitu biologi. Pada awalnya, saya sadar, akan adanya konsep 'tumbuh-kembang' yang sudah dipelajari sehak bangku sekolah dasar. Namun, untuk mendefinisakan bagaimana suatu makhluk atau entitas tidak berkembang, ada istilah anomali, cacat, bahkan monster.

Di titik ini, saya cukup terperangah. Monster?

Untuk itu, saya mau bertanya dulu pada salah satu senior saya. Dan akhirnya...

dia tidak tahu. wkwkw

Sampai saat ini, saya masih mencari penjelasan itu: saya tidak mau serta-merta percaya, tapi juga tidak mau menolaknya.

Komentar


  1. Ah, monster. Sesuatu yang menakutkan? Menebar teror dan menyebar trauma. Coba saja kau telisik lebih dalam apa benar seperti itu?

    BalasHapus

Posting Komentar

Apa pendapatmu?