Menyukai Sakika dan Dosa-Dosa Lain
Saat ini, saya sedang tergila-gila dengan sebuah band asal Jepang, namanya Girlfriend. Awal mulanya, band Jepang yang anggotanya perempuan semua itu muncul di beranda saya. Dengan aksara yang tidak saya mengerti, saya klik saja thumbnail-nya. Dan ternyata, di luar dugaan. Lagu berjudul Flash yang mereka bawakan sangat apik. Selain itu, lead vocal-nya cantik. Seorang perempuan muda berambut pendek bernama Sakika.
Jujur saja, saya suka perempuan berambut pendek, terlepas dari ajaran Islam bahwa perempuan haruslah berhijab, menutup pula bagian kepala -termasuk rambut- yang merupakan aurat. Rambut pendek dalam sosok perempuan seperti sebuah lawan dari standar kecantikan televisi. Dalam masyarakat, perempuan berambut pendek terkadang dicap tomboy. Tentu saja 'cewek' tomboy itu keren. Yah, meskipun gak terlalu jauh juga sih. Kalau sampai merokok atau tatoan, itu pengecualian.
Dan Sakika, dalam setiap penampilannya di video klip Girlfriend, membuat saya terpukau. Selain pada suaranya yang tentu saja merdu, wajahnya meneduhkan. Ketika melihat ia bernyanyi, saya jatuh hati. Ia membuat saya melongo -suatu keadaan ketika manusia hanya bisa bengong dan tertegun- selama beberapa saat. Dalam hati, saya menyesal baru kali ini melihatnya. Tapi tak apa, toh semua ada waktunya. Untuk saat ini, saya terpukau pada Sakika dan Girlfriend.
*****
Dan memang semua ada waktunya. Sebelum kagum pada Sakika, saya senang dengan album baru Bring Me The Horizon, amo. Dalam album yang dirilis singlenya sejak tahun lalu itu, setidaknya ada beberapa lagu yang saya sukai: MANTRA, wonderful life (ft. Dani Filth), medicine, mother tongue, dan lagu yang video klipnya baru saja keluar, sugar honey ice & tea. Saya menyukai BMTH sejak masa pengabdian, ketika seorang teman menunjukkan pada saya lirik video dari salah satu lagu mereka, True Friends. Setelah itu, saya mulai aktif mengikuti lagu-lagu terbaru mereka, dan mendengar lagu-lagu lamanya pula. Yah, meskipun orang-orang mulai berpikir aliran band mereka mulai ngepop dan ndangdut.
Selain BMTH, sebelumnya saya tergila-gila dengan Virzha, penyanyi asli Aceh yang saya kenali pertama kali melalui video-video pendek acara The Comment dari Net. TV. Personanya sebagai penyanyi agak bloon, membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Apalagi, setelah saya mendengar lagu-lagunya: sumpah saya menangis melihat music video Aku Lelakimu. Dari situ, saya mulai mencari lagunya yang lain, dan mendengar lagu-lagunya lebih sering lagi. Virzha adalah salah satu penyayi Indonesia yang saya sukai.
*****
Sebenarnya masih banyak hal yang saya sukai, tidak hanya Sakika, BMTH, ataupun Virzha. Itu hanya sebagian kecil dimensi kehidupan saya yang duniawi, dan menjadi tempat berlari ketika sudah dipenuhi dengan rutinitas perkuliahan. Bukan berarti saya tak suka kuliah. Hanya saja, ketika sudah terlalu banyak dan memusingkan, maka lama-lama akan membuat muak juga. Dan selain pada musik, saya juga menarik diri saya pada dunia film. Hal itu bisa dibaca dari sebagian tulisan saya yang merupakan review film.
Terkadang, tanpa terasa, hal-hal duniawi itu membuat saya lalai dan lupa pada kewajiban: tugas perkuliahan atau mengulang kembali hafalan Al-Qur'an. Tapi itu jarang terjadi. Dan saya berusaha sebisa mungkin meletakkan semua itu di posisi ke sekian, setelah berbagai tugas dan kewajiban saya selesai. Lagipula, saya hanya mengisi waktu-waktu kesendirian: waktu-waktu di mana saya harus berpikir tentang kehidupan saya dan apa tujuannya.

Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?