Feel Good, Kali Ini
Hari ini dimulai dengan baik.
Setelah subuh, saya setoran dengan lancar. Juz tiga seperempat terakhir saya setorkan di detik-detik terakhir. Toh, jika saya selesai duluan, saya juga tidak pamit duluan. Tidak ada kelas pagi di hari Rabu. Dan sesuai dengan jadwal, Kelas Etnografi baru akan dimulai pukul 8.50. Oleh karena itulah, selesai waktu setoran, saya membuka leptop dan mengerjakan satu-dua tugas. Menyicil bacaan dan tidak lupa membuka blog, barangkali ada ide yang bagus untuk ditulis.
Saya berangkat ke kampus pukul 8.00, dengan misi sarapan di Panjaitan, tepatnya di sebuah warung langganan. Saya tak tahu namanya, hanya saja, lokasinya di Gang 19, sebelah selatan jalan. Warung itu buka tepat di depan warung lalapan yang sama enaknya. Bedanya, warung ini juga menyediakan sayur-mayur. Di Malang, warung seperti ini jarang ditemui. Masyarakat Malang yang kini dikuasai mahasiswa urban, lebih memilih makanan yang simpel. Oleh karena itulah banyak menjamur warung lalapan, dan juga geprek.
Di warung itu, saya bertemu dengan seorang teman. Eki namanya. Dulu ia tetangga depan kamar, ketika saya masih indekos di Rusunawa UB. Kini, di tahun keduanya berkulaih, ia tetap tinggal di sana. Sembari makan, kami banyak mengobrol. Sebelum dipisahkan ileh ruang, kami memang tak cukup dekat, tapi interaksi kami cukup sering. Ia mahasiswa Manajemen. Beberapa temannya, juga teman saya di UKM. Sebut saja: Dewi, Saif, dan banyak lainnya.
Tak terasa kami mengoblor panjang lebar, ternyata jam dinding menunjukkan pukul 8.50. Artinya, saya terlambat kelas. Saya pun berpisah dengan Eki, lalu berlari menuju UKM, mengambil tas, dan menaiki sepeda. Saya mengayuh dengan cepat, berharap dalam hati semoga Pak Doni, yang mengampu mata kuliah Kajian Etnografi Jawa Timur dan Madura datang terlambat. Dengan tergesa saya pakirkan sepeda di sela-sela motor yang lain. Sesampainya di kelas, harapan saya terkabul. Setidaknya, saya datang lebih dulu dari Pak Doni.
Untuk minggu kedua ini, Pak Doni datang. Ia meminta maaf atas ketidakhadirannya minggu yang lalu. Tak lupa pula ia meminta kami untuk membuat kelas pengganti. Di fakulta kami, kelas pengganti populer disebut dengan make-up class. Entah mengapa ada istilah seperti itu, saya tidak tahu.
Berikut adalah beberapa poin yang dapat saya ambil dari mata kuliah Kajian Etnografi Jawa Timur dan Madura tadi pagi
*****
Prinsip-prinsip penelitian Antropologi
- Holistik atau menyeluruh
- Mikro, terbatas pada suatu lingkup ruang atau waktu
- Karena holistik dan mikro, maka pastinya penelitian antropologi bersifat mendalam. Ia menyimpan ekspres-ekspresi terdalam manusia.
- Seeing 'the others', but keep going native and being native
- peka dan sensitif tehadap isu yang tampaknya sudah umum
Mengapa Jawa Timur dan Madura?
- Kita tinggal di Jawa Timur
- Jawa Timur adalah representasi Indonesia, baik secara jumlah kuantitatf maupun kualitas sosial-budaya
- Jawa Timur menjadi tempat berkumpulnya berbagai etnis: Jawa, Madura, Osing, Tengger, dan lain sebagainya
Selesai kelas, saya mampir ke UKM. Niatnya, saya hanya ingin beristirahat hingga menjelang waktu dhuhur. Sayangnya, takdir berkata lain. Salah satu kating ingin meminjam laptop saya untuk kepentingan presentasi. Sebenarnya masih ada beberapa laptop lain yang ada di UKM. Tapi, semua orang sedang sedang sibuk dan tak bisa meminjamkan. Selain itu, kating yang lain mengajak saya berjualan gorengan. Rencananya, kami akan meletakkan beberapa kotak berisi gorengan yang nantinya akn ditinggal dan disediakan kotak uang di sampingnya. Intinya, kami berjualan dengan konsep 'kejujuran'.
Tak hanya itu. Karena masih di UKM, saya turut pula menyediakan konsumsi untuk peserta rapat yang dihadiri rohis dari berbagai fakultas. Lagipula, saya tidak ada kegiatan lain. Saya hanya perlu menunggu laptop saya kembali.
Rapat itu tidak berjalan lama. Saya bisa mengambil laptop saya menjelang ashar. Tapi saya memutuskan untuk tidak pulang dulu. Karena sudah terlanjur di UKM, dan jalanan macet setelah ashar, maka saya membuka laptop, dengan tujuan mengerjakan tugas. Eh, tak disangka. Baru saja saya membuka laptop, kating mengajak saya mengambil uang hasil danusan. Sekaligus mengevaluasi, tempat mana yang bagus untuk berjualan.
Hasilnya, SURPLUS BANYAK!
HAHAHAHA...
*****
Meski senang dengan keadaan hari ini, hidung saya masih pilek. Dari pembacaan di internet, ada kemungkinan ini gejala sinusitis. Tapi terserahlah. Wahahaha..

Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu?